Nasih Aschal DPRD Minta Reformasi Total BUMD Jatim, Harus Akuntabel dan Kompetitif

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara sekaligus Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jatim Mochammad Nasih Aschal. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Juru Bicara sekaligus Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jatim Mochammad Nasih Aschal. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Surabaya – Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur mengkritik kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Persoalan BUMD dinilai tak lagi sebatas teknis, tetapi sudah mengarah ke masalah struktural.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi NasDem Mochammad Nasih Aschal dalam rapat paripurna DPRD Jatim terkait laporan rekomendasi panitia khusus (pansus) kinerja BUMD, Selasa (5/5/2026).

Menurut Nasih, pembahasan ini berbeda dengan rancangan peraturan daerah (raperda) yang berorientasi pada pembentukan norma hukum. Agenda pansus lebih fokus pada evaluasi implementasi kebijakan dan kinerja di lapangan.

“Karena itu, pandangan fraksi harus dipahami sebagai penguatan fungsi check and balance,” ujar Nasih.

Ia menegaskan, rekomendasi yang disampaikan bukan sekadar formalitas. Rekomendasi itu menjadi instrumen untuk memastikan pengelolaan BUMD berjalan akuntabel, efisien, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Nasih juga menyoroti kontribusi BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang masih lemah. Bahkan, sejumlah BUMD masih bergantung pada dukungan fiskal pemerintah daerah.

“BUMD seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan justru menjadi beban,” tegasnya.

Selain itu, ketimpangan kontribusi antar-BUMD dinilai menjadi indikator belum sehatnya struktur ekonomi daerah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko fiskal jika tidak segera dibenahi.

Lora Nasih menilai lemahnya indikator kinerja utama (IKU) membuat evaluasi BUMD tidak objektif. Penilaian cenderung administratif dan belum mencerminkan kondisi riil perusahaan.

Dampaknya, hubungan antara kinerja dan remunerasi menjadi tidak seimbang. Hal ini berpotensi memicu moral hazard dan mengaburkan profesionalisme.

“Tanpa indikator yang jelas dan konsekuensi tegas, perbaikan kinerja akan stagnan dan tidak kompetitif,” imbuhnya.

Fraksi NasDem juga menyoroti pengelolaan aset BUMD yang belum optimal. Banyak aset tidak produktif, bahkan dikuasai pihak lain tanpa memberi nilai tambah ekonomi.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Di sisi lain, BUMD non-keuangan dinilai belum memiliki arah bisnis yang jelas. Peran holding juga dianggap belum maksimal dalam mengendalikan portofolio usaha.

“Minimnya sinergi antar-BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), dan badan usaha lainnya turut memperparah kondisi. Masing-masing dinilai berjalan sendiri tanpa koordinasi strategis,” katanya.

Menurut Nasih, ketiadaan grand design pengelolaan BUMD menjadi akar persoalan. Tanpa arah strategis yang jelas, kebijakan penyertaan modal hingga pembentukan entitas baru berpotensi tidak tepat sasaran.

Untuk itu, Fraksi NasDem mendorong sejumlah langkah. Di antaranya penerapan kontrak kerja berbasis kinerja bagi direksi dan komisaris, penataan aset dengan target monetisasi, restrukturisasi BUMD non-keuangan, penguatan peran pemda sebagai pemegang saham, serta penyusunan grand design BUMD jangka menengah.

NasDem juga menekankan pentingnya transformasi perangkat daerah yang membidangi BUMD menjadi pusat kendali strategis.

Seluruh catatan dan rekomendasi fraksi akan menjadi bagian dari rekomendasi resmi DPRD kepada Gubernur Jawa Timur. NasDem berharap pemda tidak hanya merespons secara administratif, tetapi serius dalam implementasi dan pengawasan.

“Perbaikan BUMD harus dilakukan secara struktural, sistemik, dan berkelanjutan,” tegas Nasih.

Di akhir pandangannya, Fraksi NasDem menyatakan menerima dan menyetujui laporan pansus kinerja BUMD.

“Mereka berharap rekomendasi tersebut menjadi langkah awal memperbaiki peran BUMD sebagai pilar ekonomi daerah di Jawa Timur,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Hari Jadi ke-81 Jatim, Puguh DPRD Jatim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
Bambang Ashraf: Hari Jadi ke-81 Jatim Harus Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai

Berita Terbaru

WhatsApp