Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Turunkan Angka Kematian Ibu

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 April 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Surabaya – Memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, sekaligus mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan di berbagai sektor.

Ajakan ini sejalan dengan tema Hari Kartini 2026, yaitu “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)”, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam melindungi keselamatan ibu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Gubernur Khofifah, upaya penurunan angka kematian ibu tidak dapat dilepaskan dari penguatan peran perempuan sebagai subjek utama pembangunan, mulai dari lingkup keluarga hingga tingkat global. Spirit perjuangan R.A. Kartini, lanjutnya, harus terus diaktualisasikan dalam bentuk langkah nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup perempuan.

“Spirit perjuangan Kartini harus kita wujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan memastikan kesehatan ibu sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan akses serta kualitas layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan layanan kesehatan, yang turut berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi serta perbaikan status gizi masyarakat. Selain itu, penguatan layanan kesehatan terus dilakukan melalui pengembangan stroke center, jantung center, dan onkologi center, serta layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.

“Pemanfaatan teknologi juga terus kita dorong, salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini faktor risiko hipertensi, yang menjadi bagian penting dalam pencegahan komplikasi pada ibu hamil,” jelasnya.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Capaian tersebut sejalan dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta prevalensi stunting di Jawa Timur yang berhasil ditekan hingga 14,7 persen pada tahun 2025. Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa upaya penurunan AKI harus terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk edukasi kesehatan, peningkatan kualitas layanan, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan gender, Jawa Timur menunjukkan tren yang semakin positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2025 tercatat sebesar 93,29 berdasarkan komponen Umur Harapan Hidup (UHH) hasil SP2020, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 92,19 dan tetap melampaui rata-rata nasional. Capaian ini mencerminkan semakin membaiknya kualitas hidup perempuan di Jawa Timur, termasuk dalam akses terhadap layanan kesehatan.

Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan capaian 0,347, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,421. Selain itu, keterwakilan perempuan di legislatif telah mencapai sekitar 20 persen, dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.

Meski capaian tersebut positif, Khofifah mengingatkan bahwa berbagai tantangan masih perlu dihadapi secara bersama, di antaranya kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta stunting yang turut berkontribusi terhadap risiko kesehatan ibu.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kualitas hidup perempuan harus terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat dukungan sosial dan keluarga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan ibu.

BACA JUGA  Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Dalam konteks global, Khofifah juga menyoroti peran perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, salah satunya melalui inisiatif organisasi Muslimat NU yang mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres.

Surat tersebut memuat sembilan poin imbauan, antara lain penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, perlindungan warga sipil, serta peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian dunia.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berperan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” ujarnya.

Di akhir, Khofifah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bergerak bersama, berkontribusi, dan berkhidmat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia, dengan menjadikan kesehatan ibu sebagai prioritas utama.

“Selamat Hari Kartini. Mari kita jadikan momentum ini untuk bergerak bersama menurunkan angka kematian ibu, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan generasi yang sehat, kuat, serta berdaya saing,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat
Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

WhatsApp