Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bakal mengirimkan 150 ton sampah per hari ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya. Pengiriman ini menjadi bagian dari program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy di Jawa Timur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Timur difokuskan di dua kawasan, yakni Surabaya Raya dan Malang Raya.
“Untuk PSEL Surabaya Raya akan dibangun di TPA Benowo dengan kebutuhan sampah mencapai 1.100 ton per hari,” ujar Arif saat ditemui awak media di kantor DLHK Sidoarjo, Rabu (1/4/2026).
Ia pun menjelaskan, kebutuhan 1.100 ton sampah per hari tersebut akan dipenuhi dari sejumlah daerah. Rinciannya, Kota Surabaya menyuplai 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Lamongan 100 ton, dan Kabupaten Sidoarjo 150 ton per hari.
Menurut Arif, kontribusi Sidoarjo tersebut masih sangat memungkinkan. Sebab, total produksi sampah dari seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sidoarjo mencapai 500-600 ton per hari.
“Kalau hanya menyuplai 150 ton untuk PSEL di Benowo, Pemkab Sidoarjo mampu,” katanya.
Selain mendukung program energi, kata dia, pengiriman sampah ke TPA Benowo juga dinilai menguntungkan bagi Sidoarjo. Salah satunya untuk memperpanjang usia TPA di wilayah tersebut.
“Usia TPA yang sebelumnya diperkirakan lima tahun bisa diperpanjang hingga 10 tahun,” ungkap Arif.
Terkait teknis pengiriman, Arif menyebut DLHK qSidoarjo akan memanfaatkan TPA terdekat sebagai titik pengangkutan. Beberapa di antaranya TPA Krian, TPA Waru, dan TPA Taman.
“Saat ini kami memanfaatkan TPA terdekat sebagai titik pengangkutan,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











