IKA-PMII Dapat Energi Baru, Lia Istifhama Bawa 10 Peran Strategis untuk Alumni

- Reporter

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama dalam struktur IKA-PMII (Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) tidak sekadar menambah daftar kepengurusan. Lebih dari itu, kehadirannya menghadirkan energi baru yang memperkuat arah gerakan alumni agar semakin dekat dengan rakyat.

Tulisan reflektif dari Abdullah Amas (Eks Wasekjen PB HMI/Ketua JAMLISMA) memotret sepuluh makna strategis yang melekat pada sosok yang akrab disapa Ning Lia tersebut.

Ada 10 Makna Strategis Ning Lia bagi IKA-PMII :

1. Menguatkan IKA-PMII sebagai Organisasi yang Membumi.

Ning Lia dikenal tumbuh dan bergerak dari akar rumput. Pengalamannya ini menjadikan IKA-PMII lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat luas. Keterpilihannya sebagai anggota DPD RI menjadi bukti kuat legitimasi publik terhadap kiprahnya.

2. Mewarisi Spirit Perjuangan Tokoh Perempuan NU.

Kedekatan dengan Khofifah Indar Parawansa memperkuat persepsi bahwa Ning Lia membawa semangat perjuangan perempuan Nahdlatul Ulama ke dalam tubuh IKA-PMII. Ia menjadi representasi keberlanjutan nilai-nilai perjuangan tersebut.

3. Representasi Kepemimpinan Perempuan Masa Depan.

Ning Lia dipandang sebagai simbol “The Next Khofifah”. Kehadirannya bukan sekadar representasi perempuan, tetapi juga potensi lahirnya pemimpin perempuan berpengaruh dari rahim organisasi.

4. Motor Penggerak Organisasi yang Teruji

Rekam jejaknya di berbagai organisasi menunjukkan kapasitas sebagai penggerak utama. Ia dikenal mampu meningkatkan mobilitas dan akselerasi program organisasi secara nyata.

5. Selaras dengan Kepemimpinan yang Rendah Hati.

Dalam struktur IKA-PMII, Ning Lia dinilai sejalan dengan gaya kepemimpinan yang low profile namun efektif. Kombinasi ini menciptakan stabilitas sekaligus produktivitas organisasi.

6. Inspirasi dan “Mesin Tempur” Kader Perempuan

Bagi kader PMII Putri (KOPRI), Ning Lia adalah figur inspiratif. Ia menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu tampil di garis depan perjuangan tanpa meninggalkan identitas pergerakan.

BACA JUGA  Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 Dimulai, Gubernur Khofifah Dorong Siswa Raih Prestasi Global

7. Perpaduan Darah Biru NU dan Aktivisme Akar Rumput

Meski berasal dari latar belakang kuat di lingkungan NU, Ning Lia tetap aktif di level grassroot. Hal ini menjadikannya figur yang autentik dan relevan lintas segmen kader.

8. Menguatkan Perjuangan Daerah di Tingkat Nasional

Perannya di DPD RI membuka ruang advokasi yang lebih luas bagi kepentingan daerah. Ia menjadi jembatan antara aspirasi lokal dan kebijakan nasional.

9.Penghubung Lintas Organisasi dan Alumni Cipayung

Kemampuan komunikasinya dengan berbagai organisasi seperti HMI dan elemen Cipayung lainnya memperkuat sinergi lintas gerakan mahasiswa dan alumni.

10. Responsif terhadap Isu Rakyat

Ning Lia dikenal cepat tanggap terhadap isu-isu sosial. Sikap ini mempertegas posisi IKA-PMII sebagai organisasi yang hadir dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kehadiran Ning Lia dapat dibaca sebagai simbol transformasi IKA-PMII menuju organisasi yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif. Ia tidak hanya menjadi figur simbolik, tetapi juga aktor strategis yang mendorong perubahan nyata.

“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujar Lia.

Pernyataan tersebut menunjukkan konsistensi sikapnya dalam merespons isu publik secara substansial, termasuk di bidang pendidikan dan sosial.

Dengan kehadiran Ning Lia, IKA-PMII berada pada momentum penting untuk memperkuat posisi sebagai organisasi alumni yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.

Perpaduan antara legitimasi publik, jejaring luas, dan sensitivitas terhadap isu rakyat menjadi modal besar untuk membawa organisasi ini melangkah lebih progresif ke depan.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya
E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh
Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini
Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama
Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis
Dorong Modernisasi, Pilkades E-Voting di Sidoarjo Dinilai Layak Diterapkan
Sentuhan Hangat Senator Lia Istifhama di Balik Aturan Pembatasan Media Sosial Anak

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 03:27 WIB

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WIB

Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo

Sabtu, 4 April 2026 - 13:19 WIB

Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini

Jumat, 3 April 2026 - 21:45 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama

Berita Terbaru