Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

- Publisher

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Di tengah kerja keras petani meningkatkan hasil panen, ironi justru masih terjadi di sektor produktivitas nasional. Produksi dalam negeri belum mampu bersaing dengan negara lain, sementara tekanan dari gula impor terus membayangi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar luas lahan, melainkan kualitas produksi yang masih tertinggal.

Hal itu disampaikan saat kunjungan Ning Lia ke Kantor Perhutani Jawa Timur di Genteng Kali Surabaya, Kamis (27/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut Ning Lia disambut langsung Direktur Utama Perhutani Tio Handoko, Direktur Komersial Anggar Widiyatmoko, dan Direktur SDM, Umum dan IT Andus Winarno.

Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai, rendahnya produktivitas tebu menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi melalui penguatan riset dan teknologi. Menurutnya, tanpa inovasi yang terarah, petani akan terus berada pada posisi yang kurang menguntungkan.

“Petani kita sudah bekerja keras, tapi hasilnya belum maksimal karena teknologi dan risetnya belum optimal. Ini yang harus dibenahi,” ujar Ning Lia.

Misalnya produktivitas gula Indonesia masih kalah dibanding negara seperti Brasil, Thailand, dan India. Rendemen dan hasil produksi per hektare dinilai belum mencapai standar global.

Dengan teknologi yang lebih maju, negara-negara tersebut mampu menghasilkan gula dengan biaya lebih murah meski harus didistribusikan ke Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi petani lokal.

“Di negara lain, satu hektare bisa menghasilkan lebih dari 10 ton gula. Sementara kita masih jauh dari itu,” ungkapnya.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya peran lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, misalnya produksi tebu. Ia menilai, riset di Indonesia masih perlu lebih terarah dan aplikatif agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.

BACA JUGA  Di Gladak Serang, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terjangkau dan Daya Beli Masyarakat Terjaga

Menurutnya, riset tidak harus rumit, tetapi harus fokus pada solusi nyata di lapangan, seperti peningkatan kualitas bibit, efisiensi pupuk, hingga mekanisasi pertanian.

“Riset kita harus membumi. Jangan hanya teori, tapi benar-benar menjawab kebutuhan petani,” tegasnya.

Selain riset, modernisasi pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan produksi. Penggunaan teknologi seperti mekanisasi tanam hingga pemupukan berbasis drone dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil panen.

Direktur Utama Perhutani Tio Handoko mengakui, dengan dukungan riset dan teknologi yang tepat, pihaknya optimistis Indonesia bisa meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Pihaknya juga mendorong pemerintah untuk belajar dari negara-negara terdekat seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas komoditas pertanian melalui riset terarah.

Dengan penguatan riset, modernisasi, dan kebijakan berbasis data, pihaknya berharap ironi yang selama ini dialami petani tebu dapat diakhiri, sekaligus mendorong kemandirian pertanian nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WTP ke-11 Jatim Jadi Catatan Positif, Agus Cah DPRD Dorong Anggaran Lebih Efektif
Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU
Ketua DPRD Jatim Sebut WTP ke-11 Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Raperda Disabilitas Jatim Disiapkan, Atur Kuota Kerja hingga Komisi Disabilitas Daerah
Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Perbaikan Program MBG, Ini Harapan Tidar Mojokerto
Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi
Evaluasi Haji 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Pembenahan Mina dan Apresiasi Petugas
Peringati HUT Ke-733 Surabaya, Lilik DPRD Jatim Soroti Pentingnya Pemerataan Infrastruktur di Wilayah Pinggiran

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:13 WIB

WTP ke-11 Jatim Jadi Catatan Positif, Agus Cah DPRD Dorong Anggaran Lebih Efektif

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:19 WIB

Raperda Disabilitas Jatim Disiapkan, Atur Kuota Kerja hingga Komisi Disabilitas Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:26 WIB

Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Perbaikan Program MBG, Ini Harapan Tidar Mojokerto

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:48 WIB

Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

Berita Terbaru

CGV Mojokerto yang berada di Sunrise Mall lantai 2, Jalan Benteng Pancasila Nomor 9, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Citizen Reporter

Belajar Bijak Bermedia lewat Film

Selasa, 9 Jun 2026 - 20:38 WIB