27 Ribu Warga Kota Malang Masih Menganggur, Puguh DPRD Jatim Minta Langkah Nyata Tekan Jobless

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Istimewa)

Malang — Tingginya angka pengangguran di Kota Malang menjadi sorotan Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Tahun 2025 mencatat sebanyak 27.710 warga masih menganggur dari total 486.794 angkatan kerja.

Fakta yang lebih mengkhawatirkan, mayoritas pengangguran justru berasal dari lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi. Rinciannya, lulusan SMA/SMK mencapai 11.356 orang, sedangkan lulusan perguruan tinggi sebanyak 6.491 orang.

Menurut Puguh, kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah agar segera menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan ketenagakerjaan.

“Data ini patut menjadi perhatian serius. Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi, tetapi masih memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi, terutama dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi,” ujar Puguh, Selasa (22/7/2026).

Legislator Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai, tingginya angka pengangguran tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi memunculkan persoalan sosial apabila tidak segera diantisipasi.

“Pengangguran bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bisa memicu kerentanan sosial, kriminalitas, hingga masalah sosial lainnya. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan langkah yang progresif dan kolaboratif,” katanya.

Puguh mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah pusat, dunia usaha, serta lembaga pendidikan untuk menekan angka pengangguran.

Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah memanfaatkan keberadaan 16 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna meningkatkan kompetensi lulusan SMA dan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.

“Pemkot Malang perlu lebih agresif menjalin kerja sama dengan BLK milik Pemprov Jatim. Lulusan SMA dan SMK yang belum melanjutkan kuliah atau belum bekerja bisa mendapatkan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

BACA JUGA  Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Selain pelatihan, Puguh juga menilai program pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan yang diperluas secara nasional pada tahun ini dapat menjadi solusi bagi lulusan perguruan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat berperan sebagai fasilitator dengan memetakan perusahaan yang siap menerima peserta magang sekaligus menghubungkannya dengan para pencari kerja.

“Dengan begitu, terjadi link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan,” terangnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan ekonomi kreatif, industri digital, dan kewirausahaan. Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor-sektor tersebut sebagai sumber penciptaan lapangan kerja baru.

“Yang dibutuhkan adalah orkestrasi dan komunikasi lintas sektor. Ketika data pengangguran dipadukan dengan program pelatihan, pemagangan, dan kebutuhan industri, maka persoalan ini bisa diurai bersama,” tegasnya.

Puguh berharap tingginya angka pengangguran tidak berhenti menjadi sekadar data statistik, tetapi menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

“Pengangguran harus ditekan agar bonus demografi yang dimiliki Kota Malang benar-benar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi sumber persoalan sosial di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp