WFH ASN Jatim Dinilai Solusi Efisien, Gus Iwan Soroti Disiplin dan Produktivitas

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Ahmad Iwan Zunaih. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Ahmad Iwan Zunaih. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mematangkan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari rabu sebagai langkah strategis efisiensi energi.

Kebijakan yang mulai diberlakukan setiap hari Rabu pada April 2026 ini diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga ratusan ribu liter per pekan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam mendukung penghematan energi sekaligus mendorong pola kerja yang lebih adaptif.

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Ahmad Iwan Zunaih atau yang akrab disapa Gus Iwan, menilai langkah tersebut tepat selama tidak berdampak pada penurunan kinerja ASN.

“Saya kira selama tidak mengurangi produktivitas kerja, tidak ada persoalan. Justru ini bisa menjadi langkah maju dalam penyesuaian sistem kerja yang lebih efisien,” ujar Gus Iwan, Kamis (26/3/2026).

Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini menambahkan bahwa kebijakan WFH perlu diiringi dengan sistem pengawasan dan indikator kinerja yang jelas. Hal ini penting agar fleksibilitas kerja tetap sejalan dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, secara rasional, pengurangan mobilitas ASN dalam satu hari kerja setiap pekan akan berdampak signifikan terhadap konsumsi BBM, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat perjalanan harian yang tinggi. Jika rata-rata ASN melakukan perjalanan pulang-pergi puluhan kilometer setiap hari, maka kebijakan WFH dapat mengurangi beban konsumsi energi secara kolektif dalam jumlah besar.

“Kalau dihitung secara sederhana, ribuan ASN yang tidak melakukan perjalanan dinas ke kantor dalam satu hari tentu akan mengurangi penggunaan BBM secara signifikan. Ini bukan hanya efisiensi anggaran, tetapi juga kontribusi terhadap pengurangan emisi,” jelasnya.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Selain aspek efisiensi energi, kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan transformasi digital dalam birokrasi. Dengan dukungan teknologi, koordinasi dan pelayanan publik tetap dapat berjalan tanpa harus selalu dilakukan secara tatap muka.

Namun demikian, Gus Iwan menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur digital serta disiplin kerja ASN. Ia mengingatkan agar pelayanan publik, khususnya yang bersifat langsung, tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

“Yang terpenting adalah pelayanan publik tidak boleh terganggu. Harus ada mekanisme yang memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan secara cepat dan responsif,” tegasnya.

Lebih lanjut, kebijakan WFH juga dinilai memiliki dampak positif terhadap keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) ASN. Dengan waktu kerja yang lebih fleksibel, produktivitas diharapkan meningkat dan tingkat kejenuhan kerja dapat ditekan.

Dengan perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, serta dukungan sistem digital yang memadai, kebijakan WFH ASN Pemprov Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi solusi efisiensi energi, tetapi juga menjadi model tata kelola pemerintahan modern yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp