Soroti Ketidaktepatan Desil DTSEN, Puguh DPRD Jatim Dorong Verifikasi Data di Lapangan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 18 September 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga di Malang Raya mengeluhkan perubahan status desil yang berdampak terhadap akses mereka terhadap berbagai program bantuan pemerintah.

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, saat menjalankan kegiatan reses di daerah pemilihannya.

Menurut Puguh, persoalan perubahan desil cukup banyak disampaikan masyarakat sepanjang 2026. Dampaknya dirasakan warga yang sebelumnya memperoleh bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), beasiswa, hingga program perlindungan sosial lainnya.

“Paling tidak selama beberapa kali reses saya mendapatkan curhatan dari warga,” kata Puguh, Jumat (18/9/2026).

Dia menjelaskan, DTSEN mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 hingga 4 menjadi kelompok prioritas penerima bantuan sosial, sedangkan desil 5 masih dapat menerima bantuan secara selektif.

Masalah muncul ketika klasifikasi tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi warga di lapangan. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, menurut Puguh, tidak selalu dapat tercermin secara cepat dalam data administratif.

“Curhatan-curhatan masyarakat seperti ini hampir sepanjang tahun 2026 banyak saya jumpai di lapangan. Ini saya pikir juga menjadi potret yang terjadi di hampir seluruh bagian di Jawa Timur,” ujarnya.

Puguh mengakui pemerintah telah menyediakan mekanisme perbaikan data bagi masyarakat yang merasa status desilnya tidak sesuai. Namun, warga menilai proses tersebut masih cukup rumit karena harus melalui sejumlah tahapan verifikasi.

Ia mendorong pemerintah mengevaluasi sistem desil sekaligus memperkuat verifikasi lapangan. Menurutnya, penentuan tingkat kesejahteraan perlu melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh.

“Harus segera dievaluasi sistem desil ini sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,” tegas legislator PKS tersebut.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Puguh juga menilai sejumlah parameter kemiskinan perlu diperbarui. Kepemilikan sepeda motor maupun rumah berkeramik, misalnya, tidak otomatis menunjukkan keluarga tersebut tergolong mampu.

“Jangan sampai karena punya sepeda motor, kemudian rumahnya sudah keramik, lantas langsung dianggap mampu. Kondisi sosial ekonomi masyarakat harus dilihat secara menyeluruh,” katanya.

Puguh menambahkan, kondisi ekonomi keluarga dapat berubah sewaktu-waktu akibat kehilangan pekerjaan maupun kebangkrutan usaha.

“Karena itu, pembaruan data secara berkala dinilai penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp