Rakornas Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Data BPS Penentu Arah Pembangunan Nasional

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa data statistik yang akurat, mutakhir, dan kredibel menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, peran Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai semakin strategis sebagai penyedia data yang menjadi rujukan berbagai sektor pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (28/7/2026) malam.

Rakornas yang berlangsung sejak 25 Juli 2026 itu menjadi forum nasional untuk mengevaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, mengidentifikasi tantangan di lapangan, menyusun langkah mitigasi, sekaligus memperkuat sinergi seluruh jajaran BPS dalam menyukseskan pendataan ekonomi nasional.

Di hadapan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti serta para kepala BPS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Khofifah menegaskan bahwa hampir seluruh kebijakan strategis pemerintah bertumpu pada data statistik yang disediakan BPS.

“Hari ini hampir tidak ada rapat strategis tanpa melibatkan BPS. Rapat pertanian, pembangunan, perumahan, infrastruktur, energi hingga kemiskinan semuanya membutuhkan data BPS. BPS adalah institusi yang sangat strategis,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Khofifah, posisi tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh insan BPS untuk terus menjaga kualitas data. Sebab, setiap data statistik yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Hari ini negeri ini membutuhkan BPS untuk merancang berbagai program pembangunan. Karena itu, seluruh insan BPS adalah orang-orang yang sangat penting,” katanya.

Khofifah mengaku telah menjadi pengguna data BPS sejak menjabat anggota DPR RI pada 1992. Saat teknologi digital belum berkembang, ia rutin memanfaatkan publikasi BPS sebagai referensi utama dalam menjalankan tugas legislasi.

BACA JUGA  Kinerja Ekonomi Jatim Melesat pada Semester I 2026, Gubernur Khofifah Paparkan Sederet Indikator Positif

“Saya punya utang budi kepada BPS. Sejak menjadi anggota DPR RI tahun 1992, saya selalu menggunakan data BPS. Waktu itu belum ada internet maupun laptop. Saya sampai meminta izin memfotokopi buku-buku statistik BPS sebagai bahan kajian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, budaya menggunakan data tersebut terus dibawanya hingga kini.

“Saya setiap hari ‘makan’ data. Saya pencinta sekaligus pengguna data BPS sejak dulu,” imbuhnya.

Khofifah menekankan, pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang valid, mutakhir, dan mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting dalam menyediakan peta ekonomi Indonesia yang akurat.

“Perencanaan pembangunan membutuhkan data yang selalu diperbarui. Kompas pembangunan adalah data BPS. Terima kasih kepada seluruh insan BPS atas dedikasinya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati beserta seluruh jajaran yang terus bekerja menghadirkan data berkualitas di tengah kompleksitas wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, tantangan BPS di Jawa Timur tidak ringan. Selain memiliki 38 kabupaten/kota—terbanyak di Indonesia—karakteristik ekonomi di setiap daerah juga sangat beragam.

“Saya memahami tantangan BPS Jawa Timur. Banyak pusat kegiatan usaha berada di berbagai daerah, sementara kantor pusat perusahaan berada di luar wilayah. Kondisinya tentu tidak mudah, tetapi saya yakin bisa diatasi,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, aktivitas produksi perusahaan besar di Jawa Timur kerap tidak tercatat di daerah tempat produksi berlangsung karena administrasi perusahaan berada di kantor pusat atau holding di Jakarta.

Menutup sambutannya, Khofifah mengapresiasi keputusan BPS RI yang memilih Surabaya sebagai tuan rumah Rakornas Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, Surabaya memiliki nilai historis yang kuat dalam membangun semangat kebangsaan.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Gencarkan Strategi Jaga Daya Beli, Warga Kota Pasuruan Antusias Serbu Pasar Murah

“Terima kasih Rakornas diselenggarakan di Surabaya, Kota Pahlawan. Semoga semangat heroik para pahlawan ikut menginspirasi seluruh peserta dalam menyukseskan Sensus Ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Timur merupakan Bumi Majapahit yang melahirkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Dari bumi ini lahir nilai kebhinekaan yang mengajarkan harmoni, moderasi, dan toleransi bagi seluruh anak bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan BPS menjadi kunci menghadirkan data statistik yang berkualitas.

“Kehadiran Ibu Gubernur menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkolaborasi. Jawa Timur merupakan penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah Jakarta sehingga Sensus Ekonomi harus mampu memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Amalia mengungkapkan, hingga saat ini Indeks Kualitas Sensus (IKS) Jawa Timur telah mencapai 55,81 persen dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat kesembilan nasional.

“Kami terus melakukan evaluasi dari tingkat pusat hingga daerah. Terima kasih kepada seluruh petugas lapangan yang telah bekerja keras menghadirkan data yang akurat,” katanya.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi tidak hanya menggambarkan struktur perekonomian nasional, tetapi juga menjadi peta ekonomi yang akan menjadi acuan penyusunan kebijakan pembangunan di Jawa Timur maupun Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Kepala BPS RI juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Indonesian Census Film Festival 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Gencarkan Strategi Jaga Daya Beli, Warga Kota Pasuruan Antusias Serbu Pasar Murah
Ekonomi Jatim Naik 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Sebut Kinerja Khofifah Patut Diapresiasi
Kinerja Ekonomi Jatim Melesat pada Semester I 2026, Gubernur Khofifah Paparkan Sederet Indikator Positif
Produk Lokal Jadi Primadona, Festival Ekraf Jatim Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Kota Lama Surabaya Bergeliat, Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif Buka Peluang Baru bagi UMKM Jawa Timur
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah Ke-87 di Tuban, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga
Kota Lama Surabaya Dipadati Pengunjung, Festival Inovasi Produk 2026 Jadi Ajang Promosi UMKM Jawa Timur
Warkop LIRA Segera Hadir di Sidoarjo, LSM LIRA Siapkan Wadah Aspirasi dan Diskusi Masyarakat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:21 WIB

Gubernur Khofifah Gencarkan Strategi Jaga Daya Beli, Warga Kota Pasuruan Antusias Serbu Pasar Murah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Ekonomi Jatim Naik 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Sebut Kinerja Khofifah Patut Diapresiasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Kinerja Ekonomi Jatim Melesat pada Semester I 2026, Gubernur Khofifah Paparkan Sederet Indikator Positif

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:52 WIB

Produk Lokal Jadi Primadona, Festival Ekraf Jatim Buka Peluang Pasar Lebih Luas

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:05 WIB

Kota Lama Surabaya Bergeliat, Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif Buka Peluang Baru bagi UMKM Jawa Timur

Berita Terbaru

WhatsApp