Surabaya – DPD Partai Gerindra Jawa Timur menggelar kegiatan Tadarus Politik Gen Z season 5 di kantor DPD Gerindra Jawa Timur, Senin (9/3/2026). Acara ini bertemakan Gen Z dan Politik Pariwisata: Penonton atau Penggerak Perubahan.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Wakil Wali Kota Batu sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Batu Heli Suyanto dan Wakil Wali Kota Blitar yang juga Wakil Bendahara PD Tidar Jawa Timur Elim Tyu Samba.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan anak muda khususnya Gen Z memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata membutuhkan inovasi dari anak-anak muda.
“Kota Batu merupakan kota wisata. Dalam perjalanan karier politik saya sejak 2019, kita tidak bisa lepas dari politik untuk mendorong kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Heli menjelaskan pemerintah daerah dituntut terus kreatif dalam mengembangkan potensi daerah. “Salah satunya dengan mengintegrasikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Heli mencontohkan munculnya berbagai kampung tematik yang digagas anak muda. Salah satunya kampung tempe yang dikembangkan oleh kalangan Gen Z sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Potensi ekonomi kreatif dari anak muda, terutama Gen Z, sangat besar. Kami juga memiliki program inkubator bisnis untuk anak muda, meski memang tantangannya masih soal konsistensi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, Gen Z yang lahir pada 1997 hingga 2012 saat ini jumlahnya sekitar 27 persen dari populasi. Kelompok ini dinilai menjadi calon pemimpin masa depan sekaligus penggerak inovasi.
“Gen Z sangat aktif di media sosial. Bukan hanya sekadar scrolling, tapi juga bisa menciptakan peluang baru,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menilai generasi muda memiliki banyak ide kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan sektor pariwisata daerah.
Ia mengatakan di era digital saat ini, promosi pariwisata juga semakin berkembang melalui media sosial dan kolaborasi dengan para influencer.
“Di Kota Blitar kami juga mengajak para influencer untuk ikut mempromosikan destinasi wisata. Pemerintah daerah terus berkolaborasi dengan anak-anak muda,” kata Elim.
Elim menyebutkan jumlah anak muda di Kota Blitar mencapai sekitar 40 persen dari total penduduk.
“Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah,” imbuh Wakil Bendahara PD Tidar Jatim.
Elim menegaskan kemajuan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik. Karena itu, anak muda perlu berani mengambil peran dalam proses pengambilan kebijakan.
“Pariwisata bisa maju kalau ada kebijakan yang mendukung. Anak muda harus ikut berperan, baik melalui ide, kreativitas, maupun memahami proses politik,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











