DigitalJatim.com – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati menerima kunjungan komunitas Gema Pratiwi Surabaya di ruang Fraksi PKS DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (12/2/2026). Komunitas tersebut merupakan wadah anak kader PKS yang fokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya generasi Z (Gen Z).
Pertemuan berlangsung hangat dan dialogis. Dalam kesempatan itu, Lilik yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim berbagi pengalaman tentang peran perempuan di ranah keluarga sekaligus kontribusinya di ruang publik.
Menurut dia, perempuan yang aktif di masyarakat tidak harus mengorbankan perannya sebagai ibu dan anggota keluarga.
“Peran sebagai ibu itu sejatinya naluri. Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi seorang ibu, tetapi kita belajar dari pengalaman dan proses kehidupan. Yang penting bagaimana mengatur prioritas. Bagi saya, anak-anak tetap nomor satu,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Lilik mengungkapkan, kunci menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus aktivis sosial adalah komunikasi yang baik di dalam keluarga serta menanamkan nilai kemandirian sejak dini kepada anak-anak.
Dia mengaku membiasakan anak-anaknya untuk mandiri, mulai dari mengurus diri sendiri hingga bertanggung jawab atas tugas-tugas rumah tangga.
“Bukan karena tega. Justru memberi kesempatan anak-anak untuk belajar. Kita tidak bisa selalu membersamai mereka sepanjang waktu. Maka, kemandirian dan tanggung jawab harus dilatih sejak awal,” tuturnya.
Politikus PKS itu juga menekankan pentingnya kesiapan keluarga ketika seorang perempuan memilih berkontribusi di luar rumah. Menurut Lilik, perempuan tidak diciptakan untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, tetapi diharapkan mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kita ini tidak didesain menjadi manusia yang lurus-lurus saja. Ada kontribusi yang harus kita berikan ke luar, dan itu harus disiapkan bersama,” kata legislator daerah pemilihan (dapil) Surabaya tersebut.
Di hadapan anggota Gema Pratiwi yang mayoritas berasal dari kalangan Gen Z, Lilik mendorong anak muda, khususnya perempuan, agar tidak ragu aktif berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Ia menegaskan, kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus melalui jalur politik, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Tidak harus jadi politisi. Yang penting bagaimana kita meninggalkan jejak kebaikan dan kemanfaatan. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar perempuan kelahiran Jakarta itu.
Lilik menyambut baik kehadiran Gema Pratiwi sebagai komunitas anak muda yang memiliki perhatian pada isu pemberdayaan perempuan. Dia berharap silaturahmi tersebut dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan, diskusi, serta kolaborasi ke depan.
“Saya senang anak-anak muda mau bergerak. Sepanjang saya bisa membantu, insyaallah akan saya dukung,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat











