Soal Insentif Rp30 Juta Dokter Spesialis, Puguh DPRD Jatim Ingatkan Infrastruktur RS Masih Minim

- Reporter

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Rencana pemerintah pusat memberikan insentif Rp 30 juta per bulan bagi dokter spesialis yang ditempatkan di daerah dinilai perlu dikaji ulang.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan kesiapan infrastruktur kesehatan harus menjadi prioritas sebelum kebijakan itu dijalankan penuh.

“Mimpi besarnya bagus, tapi perlu dikaji ulang karena infrastruktur di daerah, termasuk di Jawa Timur, belum terpenuhi,” ujar Puguh, Selasa (24/2/2026).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai, kinerja dokter spesialis sangat bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana medis. Tanpa dukungan alat kesehatan, ruang tindakan, hingga sistem pelayanan yang komprehensif, keberadaan dokter spesialis di daerah dikhawatirkan tidak optimal.

“Kalau hanya menempatkan dokter spesialis tanpa dibarengi peningkatan infrastruktur, program ini bisa jadi mubazir,” tegasnya.

Puguh mencontohkan, masih banyak rumah sakit daerah di Jatim yang perlu peningkatan, baik dari sisi kelengkapan alat medis, kapasitas layanan, maupun cakupan pelayanan penyakit tertentu yang selama ini hanya bisa ditangani rumah sakit rujukan tingkat lanjut.

Selain soal fasilitas, ia juga mengingatkan potensi ketimpangan di kalangan dokter spesialis apabila insentif tidak disertai perencanaan matang dan sistem yang adil. Menurutnya, mayoritas rumah sakit daerah saat ini masih bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk operasional.

“Tanpa penguatan sistem pembiayaan dan infrastruktur, tambahan tenaga medis berisiko tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan publik,” jelasnya.

Sebagai alternatif, Puguh mengusulkan agar anggaran insentif tersebut dilengkapi dengan skema beasiswa bagi putra daerah untuk menempuh pendidikan spesialis, disertai kontrak pengabdian setelah lulus.

“Kalau putra daerah yang dibiayai dengan kontrak kembali mengabdi, keberlanjutannya lebih terjamin dan rasa memiliki terhadap daerah juga lebih kuat,” terangnya.

Diketahui, kebijakan pemberian tunjangan khusus itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2025 yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto. Regulasi tersebut mengatur tunjangan khusus bagi dokter spesialis dan subspesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan negara untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis serta memperkuat layanan kesehatan di wilayah dengan akses terbatas.

Meski demikian, Puguh menegaskan semangat pemerataan harus berjalan seiring dengan kesiapan fasilitas.

“Insentif penting, tapi infrastruktur adalah fondasi. Tanpa itu, tujuan besar pemerataan layanan kesehatan bisa sulit tercapai,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jawa Timur Ingatkan Ancaman Kekeringan, Minta Pemprov Siapkan Mitigasi Sejak Dini
Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya
E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh
Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini
Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama
Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis
Dorong Modernisasi, Pilkades E-Voting di Sidoarjo Dinilai Layak Diterapkan

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 03:27 WIB

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WIB

Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo

Sabtu, 4 April 2026 - 13:19 WIB

Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini

Jumat, 3 April 2026 - 21:45 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan & Kebijakan

Gubernur Khofifah Soroti Potensi Spekulan LPG dan BBM, Minta Distribusi Diawasi Ketat

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:22 WIB