Rumpon Nelayan Gresik Rusak Parah Ditabrak Kapal, DPRD Jatim Minta DKP Mediasi

- Reporter

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Sejumlah nelayan pembudidaya kerang hijau asal Kabupaten Gresik mengadu ke DPRD Jawa Timur. Mereka melaporkan kerusakan rumpon atau tempat budidaya kerang hijau akibat tertabrak kapal yang diduga lepas kendali pada awal Januari 2026.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Abdul Qodir mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar 10 Januari 2026. Saat itu, sebuah kapal yang sebelumnya ditarik kapal lain diduga terlepas dan kemudian menghantam area budidaya milik nelayan.

“Yang terkena itu rumpon-rumpon atau tempat budidaya kerang hijau milik nelayan,” kata Abdul Qodir di DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, pertemuan antara nelayan dan pihak pemilik kapal sebenarnya sudah sempat dilakukan. Namun hingga kini kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan terkait nilai ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.

Karena belum ada titik temu, para nelayan akhirnya melapor ke DPRD Jawa Timur. Mereka berharap ada kepastian mengenai kompensasi atas kerugian yang dialami.

“Kesimpulan sementara, kami serahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan mediasi dengan pihak perusahaan pemilik kapal yang menabrak rumpon tersebut,” ujarnya.

Dari perhitungan awal nelayan, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Meski demikian, DPRD meminta agar nilai tersebut diverifikasi lebih lanjut oleh tim dari DKP Jatim agar diperoleh angka yang lebih rasional.

“Nanti dihitung kembali oleh DKP bersama timnya. Setelah itu dimediasi. Yang penting jangan terlalu lama, kasihan para nelayan,” tegasnya.

Abdul Qodir menilai kejadian ini menjadi pengingat penting terkait pengelolaan ruang laut di wilayah Pantura Jawa Timur. Pasalnya, area budidaya nelayan kerap berada di jalur mobilitas kapal-kapal perusahaan.

Akibatnya, ketika terjadi insiden seperti kapal yang terlepas dari penariknya, rumpon nelayan menjadi pihak yang paling terdampak.

BACA JUGA  Gala Dinner di Grahadi, Gubernur Khofifah dan Gubernur Samarkand Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

“Harus ada pembagian ruang laut yang jelas. Mana yang untuk budidaya nelayan, mana yang untuk jalur mobilitas kapal perusahaan,” tandasnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah melalui DKP Jatim untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan, agar aktivitas budidaya nelayan dan lalu lintas kapal di laut dapat berjalan berdampingan tanpa saling merugikan.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya
E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh
Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini
Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama
Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis
Dorong Modernisasi, Pilkades E-Voting di Sidoarjo Dinilai Layak Diterapkan
Sentuhan Hangat Senator Lia Istifhama di Balik Aturan Pembatasan Media Sosial Anak

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 03:27 WIB

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WIB

Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo

Sabtu, 4 April 2026 - 13:19 WIB

Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini

Jumat, 3 April 2026 - 21:45 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama

Berita Terbaru