Surabaya – Warga yang akan mudik Lebaran 2026 diminta beralih ke transportasi massal. Langkah ini dinilai bisa menekan biaya perjalanan di tengah fluktuasi harga energi global.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyebut program mudik gratis dari pemerintah menjadi solusi efektif. Selain hemat, program ini juga membantu efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Sebagai wakil masyarakat Jawa Timur, saya mendorong warga memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah. Ini bukan sekadar fasilitas, tapi wujud hadirnya negara meringankan beban masyarakat,” ujar Ning Lia dalam dialog di Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya, Selasa (17/3/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menjelaskan, penggunaan transportasi massal mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan. Menurutnya, satu bus berkapasitas sekitar 50 penumpang dapat menggantikan puluhan kendaraan pribadi.
“Kalau pemudik beralih ke bus, kapal, atau kereta, penghematan BBM terjadi secara kolektif. Selain itu, aspek keselamatan juga lebih terjamin karena armada dikemudikan sopir profesional,” jelasnya.
Ning Lia juga menyoroti kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026. Ia menilai kebijakan ini bisa membantu mengurai kepadatan arus mudik.
“Dengan WFA, masyarakat bisa mengatur jadwal perjalanan lebih fleksibel. Ini penting untuk menghindari penumpukan kendaraan yang berujung kemacetan dan pemborosan BBM,” katanya.
Bagi masyarakat yang tetap menggunakan kendaraan pribadi, Lia membagikan sejumlah tips hemat BBM. Salah satunya dengan menerapkan teknik eco-driving.
“Hindari akselerasi dan pengereman mendadak, jaga kecepatan stabil. Cara ini bisa menghemat BBM hingga 30 persen,” ujarnya.
Selain itu, pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Tekanan ban, oli, hingga filter udara perlu dicek sebelum berangkat.
Ia juga mengingatkan agar tidak membawa beban berlebih. “Setiap tambahan beban bisa meningkatkan konsumsi BBM. Gunakan AC secukupnya dan atur kendaraan seefisien mungkin,” tambahnya.
Ning Lia turut menekankan pentingnya perencanaan perjalanan. Pemudik disarankan memilih rute alternatif dan menghindari titik rawan macet.
“Isi BBM saat tangki masih setengah untuk mengantisipasi antrean panjang di SPBU,” pesannya.
Di akhir, Lia mengapresiasi berbagai pihak yang telah menyediakan program mudik gratis, seperti Korlantas Polri dan Pertamina.
“Ke depan, kolaborasi ini perlu diperluas. Mudik gratis bukan hanya hemat, tapi juga lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











