Jawa Timur Dikepung Antrean Solar, Lia Istifhama Desak Evaluasi Kuota BBM demi Kelancaran Logistik

- Publisher

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut, fenomena kelangkaan Solar bersubsidi berkaitan dengan perubahan mekanisme distribusi kuota dari sistem tahunan menjadi bulanan.

Ning Lia menjelaskan, perubahan kebijakan tersebut membuat pasokan Solar bersubsidi di SPBU lebih cepat menipis menjelang akhir bulan sehingga antrean kendaraan hampir dipastikan akan terjadi secara berkala.

“Dulu setiap SPBU memperoleh alokasi kuota tahunan. Sebagai gambaran, satu SPBU mendapat jatah sekitar 10.000 liter untuk satu tahun,” ujar Lia di Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Dengan sistem lama, antrean biasanya baru terjadi ketika kuota tahunan mulai habis menjelang akhir tahun. Namun kini, kata Lia, keterbatasan pasokan berulang setiap bulan.

“Ke depan kita tidak perlu heran jika antrean mulai muncul setiap tanggal 22, 23, atau 24 ke atas. Itu karena kuota bulanan di setiap SPBU mulai menipis,” kata dia.

Menurut Ning Lia, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sektor-sektor yang bergantung pada Solar bersubsidi, mulai angkutan umum, truk logistik, distribusi barang hingga armada pariwisata.

Jika antrean terus berulang setiap bulan, biaya operasional transportasi diperkirakan meningkat dan berpotensi mengganggu distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Ning Lia menilai pengawasan penyaluran Solar subsidi juga semakin ketat. Adanya sanksi dari BPH Migas terhadap sejumlah SPBU membuat pengelola lebih berhati-hati dalam menyalurkan BBM bersubsidi agar tetap sesuai ketentuan.

Karena itu, Ning Lia meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab perubahan pola distribusi Solar subsidi agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Pembubaran Program Korup dalam Perspektif Hannah Arendt

“Masyarakat dan pelaku usaha berhak mengetahui kondisi yang sebenarnya. Dengan keterbukaan informasi, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan lebih mudah mencari solusi agar distribusi BBM subsidi tetap lancar tanpa mengganggu roda ekonomi,” tegasnya.

Ning Lia menilai kebijakan kuota bulanan sejatinya bertujuan memperketat pengawasan agar kuota BBM bersubsidi tidak habis sebelum akhir tahun. Namun implementasinya masih membutuhkan penyesuaian karena kebutuhan Solar untuk sektor transportasi dan logistik tidak selalu sama setiap bulan.

Sebagai salah satu pusat industri dan distribusi nasional, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai jalur logistik menuju kawasan Indonesia Timur. Ketika pasokan Solar mulai menipis pada pekan ketiga setiap bulan, waktu produktif para pengemudi habis untuk mengantre di SPBU.

Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, biaya distribusi barang dikhawatirkan meningkat dan memicu ekonomi berbiaya tinggi (high cost economy). Karena itu, Lia mendorong pemerintah mempertimbangkan kebijakan yang lebih fleksibel, termasuk kemungkinan pemberian diskresi atau penyesuaian kuota bagi daerah dengan aktivitas industri dan logistik yang tinggi, sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu
Maraknya Curanmor Libatkan Anak, Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:31 WIB

Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB