DigitalJatim.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri Haflatul Imtihan dan wisuda santri Yayasan Roudlotul Ulum Wirogunan, Kota Pasuruan, Selasa (17/2/2026). Kegiatan berlangsung semarak dan dihadiri ratusan santri, wali murid, serta sejumlah undangan.
Di hadapan Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi, para kiai, ustaz, dan wali santri, perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu membuka sambutan dengan pantun.
“Bunga manggis buah pepaya…,” ucapnya menggantung.
Serentak para santri menjawab kompak, “Santri-santri Roudlotul Ulum manis-manis semua!”.
Jawaban spontan itu langsung disambut tepuk tangan. Suasana aula pun riuh oleh tawa dan sorak gembira.
Ning Lia mengatakan, tebak pantun tersebut sengaja dihadirkan untuk melatih keberanian santri tampil di depan umum. Menurutnya, metode sederhana dan menyenangkan bisa menjadi cara efektif menumbuhkan rasa percaya diri anak.
“Anak-anak harus dibiasakan tampil, berani menjawab, dan merasa senang saat belajar,” ujarnya, dilansir Lensa Jatim.
Ia menegaskan, pendidikan tidak selalu harus berlangsung serius dan kaku. Justru suasana yang cair dan menggembirakan dinilai mampu membentuk karakter, memperkuat mental, serta menanamkan akhlak mulia.
Di sela interaksi itu, Ning Lia juga menyelipkan motivasi agar para santri berani bercita-cita tinggi. Ia mencontohkan sosok Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, sebagai figur anak daerah yang mampu berkiprah di tingkat nasional.
“Santri juga bisa menjadi menteri, menjadi pemimpin bangsa. Yang penting belajar sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan selalu memohon doa orang tua,” pesannya.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah, termasuk pendidikan berbasis pesantren.
Menurutnya, Haflatul Imtihan Roudlotul Ulum tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara tokoh publik, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi yang manis akhlaknya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya bagi bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat











