Surabaya – Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) Firman Syah Ali atau Gus Firman menyoroti minimnya tokoh Indonesia yang menyampaikan duka cita atas kabar wafatnya pemimpin Iran, Sayyid Ali Khamenei. Gus Firman mengaku heran setelah mengamati pemberitaan di berbagai media.
“Saya amati media, nyaris tidak ada pejabat maupun tokoh yang mengucapkan duka cita atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Ada dua kemungkinan, takut diciduk oleh Donald Trump atau takut dituduh Syiah,” ujar aktivis 98 itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan tidak seharusnya ada pihak yang takut menyampaikan belasungkawa kepada pemimpin negara lain yang sedang tertimpa musibah.
“Iran itu sedang terkena musibah, pemimpin tertingginya meninggal dalam perang. Kenapa hanya MUI dan mantan wapres yang mengucapkan duka? Saya Firman Syah Ali, saya Sunni, bukan Syiah, saya mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Semoga beliau mulia di sisi Allah SWT dan semoga bangsa yang ditinggalkannya diberi kemenangan,” lanjut tokoh yang juga dikenal sebagai sesepuh Madura tersebut.
Gus Firman juga mengajak masyarakat internasional untuk tidak membiarkan Iran menghadapi situasi ini sendirian.
“Kepada bangsa-bangsa di dunia, ayo jangan biarkan Iran sendirian. Hadirlah walau sekadar doa. Ini masalah kemanusiaan, kebenaran, dan keadilan universal, bukan masalah antaragama,” pungkas tokoh yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama tersebut.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok











