Fenomena Gunung Es HIV/AIDS, Ketua DPRD Sidoarjo: Banyak Penderita Belum Berani Terbuka

- Publisher

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. (dok. Syaiful/DigitalJatim)

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. (dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Meningkatnya jumlah kasus HIV /AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius dari DPRD Sidoarjo. Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menilai tingginya angka kasus tidak selalu menunjukkan kondisi yang semakin buruk. Menurutnya, hal itu juga menjadi indikator semakin banyak masyarakat yang berani melakukan pemeriksaan dan melaporkan kondisi kesehatannya.

“Orang yang terinfeksi HIV/AIDS harus berani terbuka dan melapor agar bisa segera ditangani. Obatnya juga tersedia gratis di Puskesmas. Semakin banyak yang melapor, justru semakin mudah dilakukan pengendalian,” ujarnya saat diwawancarai Pemimpin Redaksi DigitalJatim.com di kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (3/7/2026).

Menurut Nasih, fenomena HIV/AIDS ibarat gunung es. Data yang tercatat belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih banyak penderita yang memilih menutupi status kesehatannya.

“Daerah yang angka kasusnya rendah belum tentu benar-benar rendah. Bisa jadikan masih banyak yang malu untuk memeriksakan diri sehingga tidak terdata. Ini justru lebih berbahaya karena penyebarannya sulit dikendalikan,” jelasnya.

Meski demikian, Nasih mengakui peningkatan kasus tetap menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Terlebih Sidoarjo dikenal sebagai daerah yang memiliki budaya religi.

“Ini menjadi warning bagi kita semua. Seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat melakukan pencegahan,'” tegas Nasih.

Nasih juga menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja. “Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa hingga keluarga harus berperan aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan menjauhi perilaku seksual berisiko,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasih juga mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan calon pengantin semakin diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah penting sebagai langkah deteksi dini.

BACA JUGA  Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

“Jangan hanya mengurus administrasi saja, tetapi juga memastikan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai upaya pencegahan,” imbuh dia.

Selain itu, Ia juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap lokasi – lokasi yang dinilai berpotensi tempat penyebaran penyakit.

“Kami mengajak Pemerintah Daerah lebih meningkatkan pengawasan terhadap lokasi – lokasi yang dinilai berpotensi tempat penyebaran penyakit, termasuk kawasan hiburan malam dan tempat – tempat yang rawan praktik seksual berisiko,” ajak Nasih.

Nasih juga menilai generasi muda menjadi kelompok yang harus mendapatkan perhatian lebih dalam upaya menekan penyebaran HIV /AIDS. Menurut dia, pembinaan karakter melalui keluarga, pendidikan, serta penguatan nilai agama menjadi fondasi utama agar anak muda tidak terjerumus pada perilaku berisiko.

“Keluarga menjadi benteng pertama. Anak – anak harus dibekali Pendidikan, nilai moral, dan agama yang kuat sehingga tidak mudah melakukan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Nasih.

Di sisi lain, Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo juga meminta menyediakan lebih banyak ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan olahraga, seni, organisasi, maupun aktivitas sosial.

“Anak-anak muda harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkegiatan positif. Kalau mereka memiliki wadah berkreasi, peluang melakukan aktivitas yang berisiko tentu bisa ditekan,” sambungnya.

Nasih juga mengimbau masyarakat, khususnya anak muda yang merasa memiliki risiko terpapar HIV/AIDS, agar tidak ragu berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

“Kalau merasa risiko, segera periksa dan konsultasi. Semakin cepat diketahui, semakin cepat ditangani, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,”  tuturnya.

Nasih juga menegaskan, upaya menurunkan angka HIV/AIDS tidak hanya diukur dari kekurangan jumlah laporan kasus. Yang lebih penting adalah mencegah munculnya kasus baru mendapatkan pengobatan secara rutin.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

“Mereka yang sudah terdata harus terus didampingi, menjalani pengobatan, serta diberikan edukasi agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” tegasnya.

Nasih juga menekankan pentingnya edukasi mengenai hubungan seksual yang aman bagi pasangan yang salah satunya terinfeksi HIV, sehingga risiko penularan dpat diminimalkan. Ia pun mengajak anak muda memanfaatkan masa mudanya untuk berkegiatan yang bermanfaat.

“Hidup hanya sekali. Anak muda adalah estafet bangsa. Isi masa muda dengan kegiatan yang sehat, produktif, dan positif. Jauhi perbuatan yang dilarang norma dan agama karena pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu
Maraknya Curanmor Libatkan Anak, Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:31 WIB

Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB