Ashraf Logika Apresiasi Kebijakan Batasi Akses Digital Anak, Ingatkan Pentingnya Regulasi Jelas

- Reporter

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pakar DPW LIRA Jawa Timur sekaligus Ashraf Logika, Bambang Ashraf. (Foto: Istimewa)

Dewan Pakar DPW LIRA Jawa Timur sekaligus Ashraf Logika, Bambang Ashraf. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Kebijakan pemerintah membatasi akses ruang digital bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun menuai sorotan publik. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut penting sebagai upaya melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.

Dukungan terhadap kebijakan itu datang dari Dewan Pakar DPW LIRA Jawa Timur Bambang Ashraf. Ia pun menilai pembatasan akses digital bagi anak merupakan langkah perlindungan yang perlu diapresiasi.

“Secara prinsip, saya mendukung upaya pemerintah membatasi akses digital bagi anak di bawah umur 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap dampak negatif ruang digital, seperti konten yang tidak layak, perundungan siber, hingga potensi kecanduan media sosial,” ujar Ashraf Logika kepada DigitalJatim, Rabu (11/3/2026) siang.

Menurut pengamat sosial politik Jawa Timur tersebut, kebijakan itu perlu diikuti dengan regulasi yang jelas, terukur, serta konsisten dalam pelaksanaannya. Ashraf menilai pemerintah harus memastikan mekanisme pengawasan berjalan dengan baik, termasuk sistem verifikasi usia bagi pengguna internet.

“Pemerintah perlu memastikan mekanisme pengawasan, verifikasi usia, serta tanggung jawab platform digital diatur secara tegas agar tidak hanya menjadi kebijakan normatif di atas kertas,” kata Ashraf.

Ashraf juga mengingatkan agar kebijakan pembatasan tersebut tidak sampai menutup akses anak terhadap informasi yang bermanfaat bagi perkembangan mereka. Menurutnya, ruang digital tetap memiliki sisi positif yang dapat mendukung proses belajar dan pengembangan karakter anak.

“Karena itu perlu ada pendekatan yang seimbang, yakni perlindungan dari konten berbahaya sekaligus memastikan anak tetap dapat mengakses informasi edukatif yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

BACA JUGA  Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 Dimulai, Gubernur Khofifah Dorong Siswa Raih Prestasi Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya
E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh
Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini
Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama
Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis
Dorong Modernisasi, Pilkades E-Voting di Sidoarjo Dinilai Layak Diterapkan
Sentuhan Hangat Senator Lia Istifhama di Balik Aturan Pembatasan Media Sosial Anak

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 03:27 WIB

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WIB

Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo

Sabtu, 4 April 2026 - 13:19 WIB

Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini

Jumat, 3 April 2026 - 21:45 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama

Berita Terbaru