Surabaya – Memasuki satu tahun periode kedua kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, arah pembangunan Jawa Timur dinilai kian terstruktur dan berkelanjutan.
Penilaian itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan dalam setahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, kesinambungan program menjadi fondasi penting di periode kedua kepemimpinan Khofifah-Emil. Ia melihat adanya penguatan sektor ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta stabilitas sosial yang tetap terjaga.
“Di tahun pertama periode kedua ini, kita melihat kesinambungan kerja yang semakin matang. Program berjalan terarah dan hasilnya mulai terasa,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu seperti dilansir Lensajatim, Sabtu (21/2/2026).
Ning Lia menilai capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Ia menyebut sejumlah indikator makro, termasuk pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan, menunjukkan tren yang konsisten membaik.
“Berbagai indikator makro, termasuk pertumbuhan ekonomi dan sejumlah indeks pembangunan, menunjukkan tren yang konsisten membaik,” terangnya.
Selain itu, ia juga menyinggung hasil survei kepuasan publik yang disebut berada di angka mayoritas. Hal tersebut, kata Ning Lia, menjadi cerminan kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan yang dijalankan Pemprov Jatim.
Menurut Ning Lia, pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi dan moderasi menjadi salah satu kunci. Di tengah dinamika sosial dan tantangan global, Jawa Timur dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan.
“Yang terbangun bukan hanya program, tetapi juga sistem yang berkelanjutan. Itu yang membuat fondasi pembangunan semakin kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut satu tahun periode kedua ini menjadi fase konsolidasi untuk memperkuat agenda jangka panjang.
“Dengan kesinambungan kebijakan dan koordinasi lintas sektor, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan,” ungkapnya.
Di tengah berbagai tantangan, Ning Lia menilai Jawa Timur tetap menunjukkan daya tahan dan progresivitas.
“Bagi saya, kepemimpinan yang konsisten dan inklusif menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh ke depan,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat











