Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah, Dorong Pendidikan Jatim Cetak Generasi Berdaya Saing

- Publisher

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah memimpin doa bersama agar para kepala sekolah yang dilantik mampu menjadi pemimpin yang amanah, inovatif, serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

“Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menjadi pemimpin yang amanah dan inovatif, sehingga mampu melahirkan para murid yang sukses dan unggul,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).

Pelantikan itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa para kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Panjenengan diberikan otoritas untuk mengelola SDM di SMA, SMK, dan SLB. Dari tangan panjenengan inilah akan lahir generasi yang siap menjemput Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.

“Ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi amanah besar untuk menyiapkan generasi masa depan. Di tangan panjenenganlah anak-anak kita dibimbing menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Mengisi Usia dengan Karya dan Kebermanfaatan

“Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Harus inovatif, kreatif, responsif terhadap perubahan, sekaligus menjadi role model,” katanya

Menurutnya, kemampuan mengelola potensi sekolah secara cepat, tepat, dan terarah menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Dengan kepemimpinan yang kuat, seluruh elemen sekolah diharapkan dapat bergerak selaras untuk mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik.

Dalam konteks penguatan ekosistem pendidikan, Khofifah juga mendorong pentingnya komunikasi yang intensif serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Bangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah sekolah di Jawa Timur yang mampu berkembang pesat melalui kemitraan strategis dengan industri, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.

Di sisi lain, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga suasana sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Pastikan anak-anak kita secara psikologis dalam keadaan baik. Bangun persaudaraan yang kuat, sehingga tidak ada ruang bagi bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” pesannya.

“Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. Karena itu, hindari pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pembinaan manajemen pendidikan melalui penataan, mutasi, dan promosi kepala sekolah secara terencana dan terukur.

“Ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Promosi adalah bentuk apresiasi, sementara penataan dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan semakin efektif dan merata,” jelasnya.

Sebagai penutup, Khofifah mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus menjaga capaian prestasi sekaligus memperkuat harmoni di lingkungan sekolah. Dirinya sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh yang hadir.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI AD di Madura, Percepat Pemerataan Pembangunan

“Kita semua berharap panjenengan kuat, sabar, sukses, dan penuh keberkahan dalam menjalankan amanah ini. Mari kita jaga prestasi pendidikan Jawa Timur agar tidak kendor, bahkan terus meningkat,” katanya

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, semoga seluruh ibadah kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK
Gubernur Khofifah Tegaskan Peserta Lolos SPMB Jatim Wajib Daftar Ulang
Gubernur Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jawa Timur di Hadapan Ratusan Dosen Muda Peserta Latsar CPNS
Soroti Usulan Motor Listrik untuk Guru Honorer, Puguh DPRD Minta Masalah Kesejahteraan Diselesaikan Lebih Dulu

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:53 WIB

KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:21 WIB

Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB