Dorong Pendidikan Madura, Khofifah Resmikan 60 SLB-SMA-SMK dan Gagas MAMA MAU NAIK KELAS

- Pewarta

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (sarpras) pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (sarpras) pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Sampang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah strategis percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.

Inisiasi tersebut disampaikan bersamaan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (sarpras) pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.

“Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia MAMA MAU NAIK KELAS Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).

Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Selain itu, dilakukan pula asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN. Khofifah mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.

BACA JUGA  Sukses Transformasi JConnect, Bank Jatim Raih Digital Innovation Award 2026

“Kepada semua para kepala sekolah semangat untuk mengantarkan putra putrinya apakah itu di UTBK atau itu di SNBT,” sebutnya.

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan skema penghargaan (reward) berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya di jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau target yang diterima 2 kali dari yang diterima tahun lalu akan ada reward, rewardnya infrastruktur di masing masing sekolah insyaallah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif,” tegasnya.

Sejalan dengan peningkatan mutu akademik, Gubernur Khofifah juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarpras pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten di Madura.

Program ini mencakup 13 SMA dan 3 SMK di Kabupaten Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Kabupaten Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Kabupaten Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Kabupaten Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp47.831.355.253.

Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus. Dengan sarana prasarana yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif,” terangnya.

Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura. Menurutnya, kerja keras yang terintegrasi menjadi kunci agar transformasi pendidikan di Madura dapat berjalan optimal.

“Semoga diijabah oleh Allah SWT karena kerja keras kita karena komitmen kita dan semua kerja keras yang saling terintegrasi kabupaten kota provinsi dan pusat, mudah-mudahan Allah ijabah amin,” harapnya.

BACA JUGA  Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura, masing-masing sebesar Rp1.000.000. Selain itu, diserahkan pula bantuan 20 unit komputer kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paiwai menyampaikan rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta di wilayah Madura dilaksanakan sebagai upaya pemerataan mutu layanan pendidikan, peningkatan keselamatan bangunan sekolah, serta pemenuhan standar sarana prasarana pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.

“Program ini dilakukan juga agar tidak terjadi kesenjangan antara yang ada di wilayah kepulauan dan daratan, di dalam kegiatan ini juga tentu kita ingin merefleksikan diri bahwa mendorong ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif dan juga berkelanjutan untuk wilayah Madura,” kata Aries.

Di sisi lain, Aries mengatakan bahwa sisi Akademik Madura perlu adanya akselerasi peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu ia menyebut di tahun 2026 terdapat Program MAMA MAU NAIK KELAS yang diinisiasi oleh Gubernur Khofifah. Tujuannya untuk peningkatan siswa SMA Madura ke Perguruan Tinggi baik jumlah maupun persentasenya.

“Tahun 2026 ini kita dorong akselerasi mutu akademik melalui program MAMA MAU NAIK KELAS, Madura maju Madura unggul Madura naik kelas dan Ibu Gubernur memerintahkan kepada kami untuk fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan wilayah madura melalui prestasi murid-murid di wilayah Madura, agar bisa masuk PTN melalui SNBT, SNBP atau UTBK,” pungkas Aries.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arumi Bachsin Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Berintegritas dan Siap Bersaing Global
Dorong Kesejahteraan Guru GTT, Suli Da’im Dukung Program Kemandirian Ekonomi
EJIES 2026 Tembus 19.765 Karya, Gubernur Khofifah : Bukti Pendidikan Jatim Makin Maju
Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti Lepas 3.600 Lulusan SMK/LKP Jatim Kerja ke Luar Negeri
Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Domisili SPMB 2026/2027, Cegah Praktik Titip Alamat KK
Pemkot Surabaya Buka Posko SPMB di Tiap Sekolah, Jalur Prestasi Pakai TKA
Mudahkan Warga Surabaya, Pemkot Segera Buka Posko SPMB di SD-SMP Negeri
Di Kampus Unesa, Menko Yusril Soroti Tantangan Hukum di Era AI dan Pekerja Gig Economy

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:45 WIB

Arumi Bachsin Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Berintegritas dan Siap Bersaing Global

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:03 WIB

Dorong Kesejahteraan Guru GTT, Suli Da’im Dukung Program Kemandirian Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:23 WIB

EJIES 2026 Tembus 19.765 Karya, Gubernur Khofifah : Bukti Pendidikan Jatim Makin Maju

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:37 WIB

Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti Lepas 3.600 Lulusan SMK/LKP Jatim Kerja ke Luar Negeri

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:09 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Domisili SPMB 2026/2027, Cegah Praktik Titip Alamat KK

Berita Terbaru