Surabaya – Kepala Dinsos Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan bahwa pelatihan digital sales marketing ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas akses pasar produk peserta. Menurutnya, kemampuan digital marketing kini menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka.
“Peserta terlihat antusias. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagaimana mereka benar-benar memahami dan mempraktikkan digital marketing,” ujar Novi saat ditemui wartawan digitaljatim.com, usai membuka kegiatan pelatihan digital sales marketing yang digelar di Aula Balai Diklat Industri Jatim, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu langsung mengaplikasikannya. Novi berharap penyandang disabilitas dapat bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pelaku usaha mandiri.
“Dengan penguasaan pemasaran digital, pelaku usaha rintisan diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan, ketika permintaan meningkat, peserta juga perlu dibekali pemahaman terkait akses permodalan dan pengembangan usaha,” jelasnya.
“Kalau order sudah banyak, mereka harus siap. Termasuk memahami permodalan dan strategi pengembangan usaha,” tambah Novi.
Novi mengungkapkan bahwa pelatihan ini juga dihadiri dari perwakilan Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian Jawa Timur. “Kehadiran tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan berkelajutan setelah pelatihan selesai,” ungkapnya.
Tak hanya aspek pemasaran, Novi juga menyoroti pentingnya legalitas usaha. Terutama bagi pelaku usaha kuliner, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Legalitas ini penting agar produk mereka bisa lebih dipercaya dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah berupaya menyiapkan fondasi usaha yang kuat bagi penyandang disabilitas. Mulai dari keterampilan, peralatan, hingga pemahaman bisnis. Ke depan, Novi berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan semata. Mereka diharapkan dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada komunitasnya masing-masing.
“Kalau ilmunya dibagikan, dampaknya akan lebih luas. Ini bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas di Jawa Timur,” pungkasnya
Editor : Yoyok











