Dorong Birokrasi Adaptif, ASN Dibekali Pola Pikir Kritis dan Jiwa Kepemimpinan

- Pewarta

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DigitalJatim.com — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Penguatan Karakter, Kepemimpinan dan Pola Pikir Kritis pada ASN dalam Mendorong Transformasi Layanan Publik. Kegiatan ini berlangsung di Prigen, Kabupaten Pasuruan, 12–13 Februari 2026.

Acara yang dibuka Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Soekamto dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai keynote speech tersebut diikuti seluruh ASN Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, penyuluh KB , dan mitra kerja.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa pentingnya pola pikir kritis dan kreativitas ASN dalam menjalankan tugas, tanpa terjebak pada pola kepemimpinan yang bersifat mikro atau micromanaging.

“Saya mempertanyakan perintah, berpikir kritis ini juga berkaitan dengan kreativitas dalam melaksanakan perintah. Kreativitas bukan berarti hasilnya harus selalu berbeda, tetapi bagaimana memahami tujuan dan menjalankan dengan tepat,” ujar Emil.

Ia menjelaskan, kepemimpinan yang terlalu mengatur secara detail berpotensi menghambat inovasi pegawai. “Kalau tipe pemimpinnya micromanaging, beli kertas saja diatur tokonya di mana, jam berapa berangkatnya. Itu mikro-manajemen. Padahal yang penting tujuannya jelas, sesuai aturan dan standar. Detail teknis bisa diserahkan pada pegawai,” jelasnya.

Menurut Emil, pola micro management lambat laun akan tergeser oleh kecerdasan buatan (AI) yang memang bekerja berdasarkan instruksi sangat spesifik. Namun memimpin manusia membutuhkan pendekatan berbeda.

“AI itu orientasinya instruksi spesifik. Tapi kalau kita memimpin insan manusia, kita berharap ada kreativitas dan empati. Tuntutan publik hari ini semakin kompleks. Tidak cukup hanya patuh pada prosedur,” katanya.

Emil juga menyoroti peran ASN, khususnya para penyuluh yang lebih sering menggunakan sistem “jemput bola” dibanding pelayanan di balik loket.

BACA JUGA  TPT Jatim Februari 2026 Turun Jadi 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif

“Kalau duduk di loket, masyarakat yang menyesuaikan diri dengan sistem. Tapi kalau jemput bola, bapak-ibu harus membuka pembicaraan, menyampaikan dengan mudah dipahami dan persuasif. Di situ sudah ada unsur berpikir kritis dan kreatif,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa ASN harus menjadi problem solver, bukan bagian dari masalah. “Kita hadir untuk memecahkan masalah. Jangan menjadi bagian dari masalah. Jangan sampai masalah menjadi uang. Itu yang bahaya,” tandas Emil.

Dalam menghadapi masyarakat dengan latar belakang psikologis dan kultural yang beragam, Emil menekankan pentingnya kesabaran dan sikap humanis.

“Kalau berhadapan dengan warga, kita harus tetap tersenyum. Meskipun kita dalam posisi benar, kita tidak boleh menjawab dengan kasar. Harus sabar dan tetap melayani dengan baik,” imbuh dia.

Sementara itu, Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penguatan karakter dan kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi layanan publik, termasuk implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami juga berpikir pentingnya penguatan karakter, baik sebagai pemimpin maupun sebagai ASN. Tema ini memang tinggi, tetapi sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi,” ujar Sukamto.

Ia memaparkan berbagai karakteristik kepemimpinan yang dapat menjadi refleksi bagi ASN, mulai dari kepemimpinan strategis, otoriter, delegatif, demokratis, hingga transaksional.

“Bapak-Ibu tinggal mengkategorikan, kira-kira saya ini tipe pemimpin yang mana. Tetapi yang sekarang diutamakan adalah kepemimpinan yang inovatif, kreatif, dan berani mengambil risiko untuk tujuan organisasi,” katanya.

Sukamto juga berpesan agar ASN memiliki pola pikir kritis yang berbasis data dan aturan. “Kritis boleh, tetapi kritis juga ada dasarnya. Jangan asal kritis. Kalau ada sesuatu, konsultasikan kepada yang berwenang. Disiplin tetap harus dijaga,” pesanya.

BACA JUGA  TPT Jatim Februari 2026 Turun Jadi 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif

Ia menambahkan, kepemimpinan sejatinya dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. “Kita ini pemimpin, minimal pemimpin di keluarga masing-masing. Dari keluarga akan lahir generasi penerus bangsa yang berkualitas sesuai visi Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan BKKBN dan pemangku kepentingan terkait semakin siap mengimplementasikan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 serta mendorong transformasi layanan publik yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Bagas

Editor : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPT Jatim Februari 2026 Turun Jadi 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif
Kloter 116 Jadi Rombongan Terakhir, Gubernur Khofifah Minta Jamaah Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan
Perda IMB Dicabut, Wabup Mimik: PBG Jadi Acuan Baru Perizinan Bangunan di Sidoarjo
Selama Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Pelaksana Harian
Jelang Berangkat Haji, Eri Cahyadi Warning Kepala Dinas: Aduan Warga Wajib Tuntas 1×24 Jam
Di Hadapan Peserta PKN II dan Latsar CPNS, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Strategic Leader yang Tangguh dan Visioner
Dinsos Jatim Tingkatkan Kapasitas ASN Lewat Pelatihan PPID dan Publikasi Program
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Perkuat Hubungan Strategis Bidang Pendidikan, Perdagangan, dan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:17 WIB

Kloter 116 Jadi Rombongan Terakhir, Gubernur Khofifah Minta Jamaah Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:35 WIB

Perda IMB Dicabut, Wabup Mimik: PBG Jadi Acuan Baru Perizinan Bangunan di Sidoarjo

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:59 WIB

Selama Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Pelaksana Harian

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:30 WIB

Jelang Berangkat Haji, Eri Cahyadi Warning Kepala Dinas: Aduan Warga Wajib Tuntas 1×24 Jam

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:24 WIB

Di Hadapan Peserta PKN II dan Latsar CPNS, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Strategic Leader yang Tangguh dan Visioner

Berita Terbaru