Cegah Konflik Desa, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pembinaan Lewat Jaga Desa

- Publisher

Rabu, 29 April 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Konflik Desa, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pembinaan Lewat Jaga Desa.

Cegah Konflik Desa, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pembinaan Lewat Jaga Desa.

Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memperkuat pengawasan dan pembinaan desa. Upaya itu diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) yang digelar di ruang Opsroom, Rabu (29/4/2026).

Rakor tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Kepala Kejari Sidoarjo Zaidar bersama jajaran. Turut hadir Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Probo Agus Sunarno, Kabag Hukum, Ketua ABPEDNAaS Kabupaten Sidoarjo, hingga Ketua Paguyuban BPD.

Bupati Subandi menegaskan, Program Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Sekaligus menjadi tindak lanjut program pemerintah pusat dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas desa.

“Program Jaga Desa ini nantinya Pak Kajari sebagai pembina di ABPEDNAS. Jika ada persoalan, bisa langsung disampaikan melalui pembinanya,” ujar Subandi.

Bupati Subandi juga mendorong kolaborasi lebih erat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS. “Bahkan, pihaknya membuka opsi peleburan kepengurusan kedua organisasi tersebut agar lebih solid dan terintegrasi,” terangnya.

Menurutnya, sinergi itu penting agar program berjalan berkesinambungan antar desa sekaligus memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan persoalan di tingkat desa.

“Kami harapkan Paguyuban dan ABPEDNAS bisa saling mendukung. Kalau memungkinkan, bisa dilebur menjadi satu,” tegas Subandi.

Subandi turut menyoroti masih adanya konflik antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan kepala desa yang berujung pada persoalan hukum. Melalui program ini, dia berharap pendekatan pembinaan bisa lebih dikedepankan.

“Harapannya, setiap persoalan tidak langsung masuk ranah hukum. Bisa dikomunikasikan lebih dulu dengan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Subandi meminta seluruh pengurus aktif membangun komunikasi dan koordinasi antarorganisasi.

“Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan kepengurusan yang kuat dan efektif,” ajaknya.

BACA JUGA  Pembubaran Program Korup dalam Perspektif Hannah Arendt

Bupati Subandi menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah memperkuat tata kelola desa yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan sinkronisasi ini berjalan baik demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo, sekaligus menjadi wadah pembelajaran antar desa dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi secara tepat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah
Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik
Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya
Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah Ajak Polri Terus Tingkatkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Menteri PPPA dan Gubernur Khofifah Luncurkan PELITA ASN, Fokus Pendampingan Terintegrasi bagi ASN
Harganas 2026, Gubernur Khofifah Kampanyekan Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:01 WIB

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:35 WIB

Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:01 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:56 WIB

Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat

Berita Terbaru