Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat fitrah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penyerahan zakat dilakukan dalam acara yang digelar di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Penyerahan zakat tersebut menjadi wujud komitmen kepala negara dalam menunaikan kewajiban sebagai umat Muslim sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat secara nasional.
Dalam kesempatan itu, Prabowo melakukan proses ijab kabul pembayaran zakat di hadapan pimpinan Baznas. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
Usai kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pengantar dalam sidang kabinet paripurna. Ia pun menekankan pentingnya peran Baznas serta lembaga-lembaga ekonomi keagamaan dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat di Indonesia.
Menurut Presiden Prabowo, pengelolaan zakat yang dilakukan secara terkoordinasi dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pengelolaan zakat yang terkoordinasi dengan baik dapat menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang signifikan bagi bangsa serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Prabowo, dikutip dari akun Instagram resmi Sekretaris Kabinet, Senin (16/3/2026).
Presiden Prabowo menilai zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan penyerahan zakat tersebut juga diikuti oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan lembaga negara. Mereka secara bergantian menunaikan zakat melalui Baznas.
Momentum Ramadan, menurut Prabowo, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah dan tepat sasaran.
Pemerintah juga berharap pengelolaan zakat di Indonesia terus berkembang dan semakin profesional. Dengan pengelolaan yang baik, potensi zakat nasional dinilai mampu menjadi instrumen penting dalam membantu pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Melalui momentum bulan Ramadan, pemerintah berharap pengelolaan zakat semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











