Surabaya – Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus menjadi perhatian global, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepastian ini mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji 2026 telah mencapai hampir 100 persen dan masih berjalan sesuai rencana (on schedule).
Menurut Ning Lia, kebijakan Kemenhaj yang transparan menjadi faktor penting dalam menjaga ketenangan calon jemaah. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap situasi global yang berkembang.
“Dengan kebijakan Kemenhaj yang selalu transparan dan komunikatif, calon jemaah bisa lebih tenang dan tidak perlu berpikir macam-macam. Negara hadir memastikan semua berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu menilai kesiapan pemerintah ini mencerminkan tata kelola kebijakan publik yang adaptif dan responsif terhadap situasi global. Menurutnya, langkah antisipatif yang disiapkan Kemenhaj menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam melindungi warga negara.
“Saya mengapresiasi Gus Irfan yang tidak hanya memastikan keberangkatan, tetapi juga menyiapkan skenario terburuk. Artinya, keselamatan jemaah benar-benar menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelenggaraan kepada pemerintah.
“Dengan persiapan yang hampir rampung serta dukungan koordinasi internasional yang terus berjalan, saya berharap penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia,” harap putri KH Maskur Hasyim tersebut.
Sebelumnya, Menhaj Gus Irfan menegaskan keselamatan ratusan ribu jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama, sesuai arahan Presiden. Pemerintah juga terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi yang hingga kini menyatakan kondisi masih aman dan kondusif.
“Persiapan kita sudah hampir 100 persen dan sampai hari ini tidak ada kendala,” kata Gus Irfan saat kunjungan kerja di Sampang.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga telah menyiapkan langkah mitigasi dan skenario darurat (contingency plan) untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah skenario telah disusun pemerintah, mulai dari penyesuaian jumlah keberangkatan hingga perubahan rute penerbangan apabila terjadi kondisi darurat.
“Seandainya terjadi konflik, berbagai kemungkinan sudah disiapkan. Apakah itu berangkat separuh, melewati rute penerbangan berbeda, atau mitigasi jika situasi memburuk saat jemaah sudah di sana. Semua sudah siap,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











