Jakarta – Aktivis NU Firman Syah Ali atau Gus Firman menghadiri undangan buka puasa bersama di rumah pribadi Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Selasa (malam). Kegiatan tersebut dirangkai dengan khataman Al-Qur’an dan pengajian rutin yang kerap digelar di kediaman tokoh NU itu. Sejumlah ulama dan tokoh diundang secara bergantian untuk mengisi tausiyah.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, Waketum MUI/Ketum Inkopontren KH Marsudi Syuhud, tokoh NU Idrus Marham, Komisioner BAZNAS KH Idy Muzayyad dan Syarifuddin, serta puluhan jemaah dari berbagai kalangan.
Firman mengatakan, pengajian kali ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan buka puasa bersama Pengurus Besar IKA PMII, dengan Nusron sebagai tuan rumah.
“Mas Menteri memang selalu mengundang pengajian di rumahnya. Tapi tadi malam kebetulan menjadi rangkaian kegiatan buka puasa bersama Pengurus Besar IKA PMII, di mana beliau menjadi tuan rumah. Tuan rumah berikutnya adalah Wakil Menteri Sekretaris Negara dan lainnya hingga akhir Ramadan,” ujar Firman dalam keterangannya.
Firman yang juga Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) menyebut acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Ulama yang memberikan tausiyah yakni Katib Syuriah PBNU KH Muqsith Ghozali. Dalam ceramahnya, Muqsith berpesan agar kader PMII dan IKA PMII peka terhadap dinamika di tubuh NU.
“PMII dan IKA PMII harus menjadi organisasi yang paling peka terhadap dinamika NU, kemudian terjun memberikan kontribusi terbaik dan kader terbaiknya. Jangan pernah segan karena kita bukan gus. Imam Bukhari bukan gus, Imam Ghazali bukan gus, Mbah Manab pendiri Lirboyo juga bukan gus,” kata Firman menirukan isi tausiyah.
Usai buka puasa, para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia tampak beramah-tamah dan berdiskusi hingga larut malam.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat











