Milad Ke-2 LDRA, Launching Buku dan Populerkan Tagline “Ingat Khatib, Ingat LDRA”

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Dakwah Rahmatan Lil Alamin atau LDRA menggelar peringatan Milad Ke-2 di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya. (dok.LDRA)

Lembaga Dakwah Rahmatan Lil Alamin atau LDRA menggelar peringatan Milad Ke-2 di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya. (dok.LDRA)

Surabaya  – Lembaga Dakwah Rahmatan Lil Alamin (LDRA) menggelar peringatan Milad Ke-2 di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya, Sabtu, (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dai, takmir masjid, alumni pondok pesantren, dan masyarakat dalam mengembangkan dakwah yang ramah serta mampu menjawab persoalan sosial. 

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Ali Azis, M.Ag., hadir sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, ia mengajak para dai untuk menata hati dan menjaga keikhlasan ketika menjalankan tugas dakwah. Menurutnya, keikhlasan menjadi fondasi penting bagi seorang dai agar pesan keagamaan yang disampaikan tidak hanya terdengar baik, tetapi juga mampu menyentuh hati dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prof. Ali Azis juga mengajak para dai untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam menjalankan aktivitas dakwah. Menurutnya, Dai tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Seorang dai harus sabar, peka terhadap fenomena sosial, serta mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ali Azis turut memperkenalkan tagline, “Ingat Khatib, Ingat LDRA.” Tagline itu diharapkan dapat memperkuat posisi LDRA sebagai lembaga yang menyediakan dan membina para khatib serta dai yang memiliki kompetensi keagamaan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial.

Pembina Utama LDRA, KH. Syafii Idris, mengharapkan dukungan berkelanjutan dari para takmir masjid di Surabaya dan sekitarnya.Dukungan tersebut diperlukan agar anggota LDRA dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk berdakwah dan mengisi jadwal khutbah di berbagai masjid.

Anggota LDRA berasal dari alumni pondok pesantren di dalam dan luar negeri. Mereka memiliki latar belakang pendidikan keislaman yang beragam dan dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan pelayanan dakwah kepada masyarakat.

BACA JUGA  Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

“Kami mengharapkan para takmir masjid terus memberikan dukungan dan semangat kepada LDRA. Dengan demikian, para anggota LDRA dapat berkontribusi dengan mengisi khutbah dan kegiatan dakwah di masjid-masjid Surabaya,” kata KH. Syafii Idris.

Rangkaian Milad Ke-2 LDRA ditutup dengan peluncuran buku berjudul “Strategi Memakmurkan Masjid: Optimalisasi 5 Pilar Berbasis Pancasila.”

Buku tersebut merupakan karya Ketua Umum LDRA, Prof. Dr. KH. Moh. Mukhrojin, M.Si.

Prof. Dr. Mukhrojin yang juga Pengasuh Pesantren Bismar Al Mustaqim menjelaskan bahwa Milad pertama LDRA lebih difokuskan pada peluncuran buku tentang retorika dakwah bagi pemula.

Buku tersebut disusun sebagai pedoman internal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan penyampaian materi dakwah para dai. Pada Milad Ke-2, LDRA memperluas perhatian pada upaya memakmurkan masjid.

Buku terbaru tersebut memberikan gagasan dan strategi agar fungsi masjid tidak terbatas sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai Baitullah, tetapi juga harus dikembangkan menjadi Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah,” ujar Prof. Mukhrojin. 

Konsep tersebut menempatkan masjid sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan umat, pengelolaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta ruang interaksi sosial dan muamalah.

Masjid diharapkan mampu hadir sebagai pusat pelayanan umat yang menjawab kebutuhan spiritual, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Menurut Prof. Mukhrojin, optimalisasi lima pilar tersebut perlu dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. Pendekatan ini bertujuan membangun dakwah yang moderat, inklusif, ramah, serta memperkuat persatuan masyarakat.

Kemeriahan Milad Ke-2 LDRA juga ditandai dengan pembagian sejumlah buku kepada jamaah dan pengurus LDRA.

Prof. Ali Azis memberikan buku karyanya berjudul “Dakwah Ramah Indonesia: Pedoman Pegiat dan Penceramah Agama.”

Buku tersebut diberikan kepada jamaah yang aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi serta kepada para pengurus dan Anggota LDRA.

BACA JUGA  Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa

Pembagian buku diharapkan dapat meningkatkan wawasan para dai dalam mengembangkan pola dakwah yang santun, ramah, dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Melalui peringatan Milad Ke-2 ini, LDRA menegaskan komitmennya untuk terus membina para dai, memperkuat jaringan dengan takmir masjid, serta menghadirkan dakwah yang memberikan  solusi terhadap persoalan umat.

LDRA juga berupaya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas
Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan
DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir
Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa
Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha
Hadiri HUT PGLII ke-55, Wagub Emil Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sosial Era Digital
Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:36 WIB

Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:00 WIB

Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:25 WIB

Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp