Mojokerto – Suasana pedesaan yang asri kini tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik. Salah satunya adalah Wisata Desa Bumi Mulyo Jati (BMJ) Majapahit yang berada di Jalan Sudirman Nomor 2, Jlaget, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mengusung konsep perpaduan wisata alam, edukasi, dan budaya, tempat ini menghadirkan nuansa khas pedesaan dengan sentuhan sejarah Kerajaan Majapahit.
Sabtu (13/6/2026), ratusan pengunjung tampak memadati area wisata desa. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana liburan sekaligus berenang. Dengan harga tiket yang cukup terjangkau, yakni Rp16.000 per orang dewasa dan Rp14.000 per anak, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.
Ikon utama Wisata Desa BMJ Majapahit adalah patung Mahapatih Gajah Mada yang berdiri megah di area wisata. Kehadiran ikon tersebut makin memperkuat konsep wisata yang mengangkat sejarah Majapahit. Pengunjung dapat menikmati suasana santai khas desa sambil mengenal lebih dekat budaya dan kearifan lokal.
Salah satu daya tarik utama yang ramai dikunjungi adalah kolam renang. Kolam tersebut terbagi menjadi beberapa bagian sesuai usia, mulai dari kolam balita, anak-anak, hingga dewasa. Pembagian area ini membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan aman saat bermain air.
Tidak hanya menawarkan hiburan, Wisata Desa BMJ Majapahit juga menghadirkan wisata edukasi kakao. Di area ini, pengunjung dapat mempelajari perjalanan panjang tanaman kakao mulai dari bibit, perawatan, panen, hingga proses pengolahan menjadi produk cokelat.
Kini, Wisata Desa BMJ Majapahit juga memiliki Kebun Cokelat Majapahit lengkap dengan pabrik pengolahan cokelat. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi inovasi baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Pengunjung dapat melihat informasi tentang proses pembuatan cokelat melalui lorong edukasi yang berisi berbagai penjelasan menarik.
CTO (Chief Technology Officer) Cokelat Majapahit, Alif Wahyu Dewa menjelaskan bahwa pengembangan wisata berbasis kakao berawal dari potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.
“Awalnya kami punya wisata desa. Dari situ, kami melihat bahwa kakao ini punya potensi besar, apalagi kalau hanya dijual mentah nilainya rendah,” ujar Alif.
Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan cokelat membutuhkan waktu dan ketelitian. Mulai dari fermentasi biji kakao selama lima hari, pengeringan, penyortiran sesuai standar, hingga pengolahan menjadi pasta kakao. Setelah itu, kakao kembali diolah menjadi berbagai produk seperti cokelat batang dan bubuk.
Produk cokelat yang dihasilkan juga memiliki kualitas premium dengan standar couverture, yaitu cokelat yang menggunakan kandungan lemak kakao murni. Berbagai pilihan tersedia mulai dari dark chocolate, milk chocolate, permen cokelat, hingga bubuk cokelat siap seduh.
Di bawah rindangnya pohon kakao, pengunjung dapat bersantai menikmati suasana sambil menyantap aneka makanan dan minuman berbahan cokelat. Area tersebut juga dilengkapi meja dan kursi untuk bersantai, bahkan tersedia hiburan musik bagi pengunjung yang ingin bernyanyi.
Galeri Cokelat menjadi tempat favorit lain bagi wisatawan sebelum pulang. Berbagai produk olahan cokelat tersedia sebagai oleh-oleh, mulai dari cokelat batangan, cokelat cair, lolipop, hingga aneka minuman cokelat.
Salah satu pengunjung, Habibi, siswa SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto mengaku senang dapat berkunjung ke pabrik kakao. Meskipun belum dapat melihat langsung proses produksi dari dekat, ia tetap menikmati wisata edukasi tersebut.
“Saya senang bisa melihat tempat pembuatan cokelat. Walaupun hanya lewat lorong, saya jadi tahu kalau membuat cokelat ternyata membutuhkan proses panjang,” katanya.
Wisata Desa BMJ Majapahit juga menyediakan taman bermain dan fasilitas belajar yang membuat anak-anak dapat bermain sekaligus memperoleh pengetahuan baru. Kehadiran kebun kakao yang terawat menjadi daya tarik tersendiri karena wisatawan dapat mengenal tanaman kakao secara langsung.
Selain belajar, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti melihat proses pemetikan buah kakao, memahami fermentasi dan pengeringan biji, hingga mengenal hasil akhir berupa produk cokelat siap konsumsi.
Wisata Desa BMJ Majapahit buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan perpaduan alam, edukasi, budaya, dan inovasi, destinasi ini membuktikan bahwa desa mampu menjadi ruang wisata yang menarik sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi masyarakat.
Melalui pengembangan wisata berbasis potensi lokal, desa tidak hanya menjadi tempat berlibur, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Penulis :
Uzlifatul Rusydiana
Guru di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor : Syaiful Hidayat











