Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Pantau Pasar Banjarejo Bojonegoro dan Serap Keluhan Pedagang

- Publisher

Senin, 25 Mei 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menyapa dan berdialog dengan pedagang di Pasar Banjarejo, Bojonegoro. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menyapa dan berdialog dengan pedagang di Pasar Banjarejo, Bojonegoro. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berdialog langsung dengan pedagang di Pasar Banjarejo Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026), untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaan stok aman menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan Gubernur Khofifah di pasar tradisional, sebagai langkah konkret pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan utamanya menjelang hari besar keagamaan.

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Jatim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Iwan, Gubernur Khofifah meninjau langsung lapak pedagang serta berdialog untuk memantau kondisi harga dan distribusi bahan pokok di lapangan.

Menurutnya, momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha biasanya diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga yang berpotensi mendorong kenaikan harga apabila pasokan tidak terjaga.

“Setiap menjelang hari besar Islam termasuk Idul Adha ada kecenderungan kebutuhan logistik keluarga meningkat. Ketika permintaan naik sementara suplai tetap, biasanya ada kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas. Karena itu kami turun langsung ke pasar untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali,” kata Khofifah.

“Dan ternyata harga bahan pokok di pasar Banjarejo ini sangat stabil,” tambahnya.

Harga beras SPHP misalnya. Dari hasil pantaun di lapangan, beras SPHP kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp62.500. Ia juga memastikan stok beras SPHP dalam kondisi aman.

“Supply beras SPHP aman dan harganya standar. Beras medium SPHP 5 kg dijual Rp62.500,” katanya.

Selain itu Gubernur Khofifah juga menyoroti ketersediaan Minyakita yang menurutnya cukup baik di pasar ini.  Harga Minyakita di Pasar Banjarejo dijual Rp15.700 per liter sesuai HET.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

“Minyakita hari ini stoknya bagus. Mudah-mudahan kontinuitas pasokannya bisa terus terjaga dan harganya tetap sesuai HET yakni Rp15.700,” ucapnya.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai rawit berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kg, sedangkan cabai merah sekitar Rp20 ribu per kg. Adapun bawang putih kisarannya  Rp24 ribu per kg sampai Rp30 ribu per kg.

Namun demikian, bawang merah masih mengalami kenaikan dari sekitar Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu per kg.

“Kalau cabai memang fluktuatif, kadang naik kadang turun. Tetapi harga Rp65 ribu masih dalam keterjangkauan masyarakat. Yang mengalami kenaikan saat ini bawang merah, dari Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu,” katanya.

Berikutnya gula pasir. Menurutnya harga gula pasir yang dijual di pasar Banjarejo sangat bervariasi tergantung merek dan kemasan. Gula pasir curah misalnya, dijual sekitar Rp16 ribu per kg, sedangkan gula kemasan bermerek tertentu berada dikisaran Rp17 ribu – Rp18 ribu per kg.

Sementara harga telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp26 ribu per kg. Menurut Khofifah, harga tersebut jauh lebih rendah dibanding menjelang Idul Fitri lalu.

“Harga telur sekarang rata-rata Rp26 ribu. Kalau dibanding menjelang Idul Fitri lalu, harga telur hari ini jauh lebih murah,” katanya.

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada daging ayam. Harga daging ayam ras yang dijual pedagang, bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini daging  ayam dijual rata-rata Rp33 ribu per kg, turun dibanding sebelumnya sekitar Rp35 ribu per kg.

“Daging ayam rata-rata Rp33 ribu per kg, artinya masih di bawah HET yang berada di kisaran Rp34 ribu sampai Rp35 ribu,” jelasnya.

BACA JUGA  Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Sedangkan untuk daging sapi, Khofifah menemukan adanya kenaikan harga sekitar Rp5 ribu per kg. Sebagian pedagang menjual di harga Rp120 ribu per kg dan ada yang sudah Rp125 ribu per kg.

“Kami cek harga daging sapi, ada yang naik dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu per kg. Ada juga yang masih Rp120 ribu tetapi pedagang memberi sinyal kemungkinan besok naik Rp5 ribu menjadi Rp125 ribu” katanya.

Gubernur Khofifah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha dapat terpenuhi baik dari sisi jumlah maupun keterjangkauan harga. Selain itu, tingginya aktivitas transaksi di pasar juga menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

“Tadi saya juga tanya ke pedagang, alhamdulillah pembelinya ramai. Ini penting untuk melihat bahwa daya beli masyarakat tetap baik,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu pedagang di Pasar Banjarejo, Bu Pini, mengatakan kondisi harga di pasar saat ini relatif normal dan aktivitas jual beli tetap ramai menjelang Iduladha.

“Di pasar ini harganya sangat stabil mas. Bahkan hargaayam di sini turun. Biasanya Rp35 ribu per kg sekarang Rp33 ribu per kg,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kota Lama Surabaya Jadi Magnet Wisata, Festival Kopi dan UMKM 2026 Sukses Gerakkan Ekonomi Kreatif
Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau
Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya
Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman
Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan
Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida
Wapres Gibran Beri Apresiasi untuk Gubernur Khofifah, Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional dan Pimpin Produksi Padi
Wabup Mimik Ajak HIPMI Perkuat Kolaborasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kota Lama Surabaya Jadi Magnet Wisata, Festival Kopi dan UMKM 2026 Sukses Gerakkan Ekonomi Kreatif

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:45 WIB

Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:31 WIB

Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:29 WIB

Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:15 WIB

Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Berita Terbaru