Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) perbaikan jalan. Setiap hari, tim tersebut mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix untuk menambal kerusakan di berbagai titik.
Selain patroli rutin, Pemkot Surabaya juga membuka berbagai kanal pengaduan agar laporan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas utama. Di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah dibentuk Satgas khusus, seperti halnya Satgas drainase.
“Di DSDABM juga ada Satgas khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti Satgas Drainase. Jadi setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak tanpa harus menunggu lama,” ujar Syamsul dikutip dari Diskominfo Jatim, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, sembilan tim tersebut dibagi dalam lima rayon dan setiap hari berkeliling memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
“Kalau ada jalan berlubang dilaporkan, langsung kami tindak lanjuti. Ini untuk percepatan supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” tegasnya.
Syamsul menambahkan, Satgas tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi juga memantau informasi yang berkembang di masyarakat.
Dari sisi anggaran, ia memastikan pemeliharaan rutin jalan tahun ini dalam kondisi aman. Pemkot Surabaya mengalokasikan sekitar Rp 40 miliar untuk pemeliharaan rutin, jumlah yang relatif sama dengan tahun sebelumnya.
“Sekitar Rp 40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan, kami juga ada pemeliharaan rutin,” ungkap mantan Kepala DSDABM Surabaya itu.
Senada, Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, memastikan respons perbaikan dilakukan secepat mungkin tanpa menunggu 1×24 jam.
“Begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” kata Hidayat.
Ia menyebut jumlah tim kini diperkuat dengan pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) serta tambahan tim malam hari, khususnya selama Ramadan.
“Awalnya lima tim, kami tingkatkan jadi delapan, ditambah satu tim URC jadi sembilan. Untuk malam hari ada tiga tim, apalagi saat Ramadan aktivitas malam meningkat, jadi kami fokus di situ agar pelayanan tetap maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan setiap tim dilengkapi armada dan peralatan lengkap.
“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hotmix. Setiap tim memiliki truk untuk mengangkut material agar distribusi ke titik perbaikan lebih cepat,” ujar Dedy.
Selain truk, tiap tim juga dibekali kendaraan pickup serta alat pemadatan seperti stamper dan roller.
“Masing-masing tim bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix. Totalnya kurang lebih 60 ton per hari, tergantung tingkat kerusakan,” jelasnya.
Pemkot Surabaya pun mengajak masyarakat aktif melaporkan jalan rusak atau berlubang melalui aplikasi WargaKu maupun layanan darurat 112 agar penanganan bisa segera dilakukan.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat











