Surabaya – Situasi geopolitik dunia kian memanas. Konflik antara Israel dan Iran yang disebut-sebut melibatkan Amerika Serikat memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk kalangan dari Lembaga Dakwah (LD) Nadhlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.
Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Timur Ustadz Dr. Moch. Khoirul Anwar menyampaikan duka cita atas wafatnya pemimpin agung Iran Ayotallah Ali Khamenei.
“Pertama, tentu kita ikut berbela sungkawa atas wafatnya Ayotallah Ali Khamenei, pemimpin agung di Iran. Sebagai sesama muslim, kita doakan beliau Husnul khatimah, diterima amal ibadahnya dan diampuni segala kesalahannya,” Ujar Ustadz Khoirul kepada wartawan DigitalJatim.com, Minggu (1/3/2026) malam.
Pengasuh Ponpes Darul Arqom Wonocolo itu juga mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel – Amerika Serikat dan sekutunya. Menurutnya, kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi atas konflik yang terjadi.
“Kami mengutuk keras tindakan tersebut. Bagaimanapun, kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan masalah,” tegas dia.
Ustadz Khoirul mengajak umat Islam untuk melaksanakan qunut nazilah pada rakaat terakhir setiap salat fardu sebagai bentuk doa atas situasi yang terjadi. Seruan tersebut, kata dia, juga telah ditindaklanjuti melalui edaran dari Pengurus Besar Nadhlaltul Ulama (PBNU).
“Ini sebagai bentuk ikhtiar batin kita agar konflik segera berakhir,” imbuh Ustadz Khoirul.
Selain itu, Ustadz Khoirul berharap Pemerintah Indonesia dapat berperan aktif mendorong penyelesaian Konflik melalui jalur diplomasi. Ia pun menekankan pentingnya dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagaimana amanat konstitusi.
“Konstitusi kita jelas mengamanatkan penjajaan diatas dunia harus dihapuskan. Karena itu, mendorong kemerdekaan Palestina menjadi bagian dari upaya mengahdirkan perdamaian,” terang dia.
“Dalam perspektif Islam, segala bentuk tindakan sewenang-wenang dan kekerasan bertentangan dengan prinsip ajaran agama yang menjunjung tinggi keadilan dan perdamaian,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok











