Lilik DPRD Kritik Kinerja Jamkrida Jatim, Minta Penyertaan Modal Tak Salah Sasaran

Penulis Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 23 Februari 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Pansus BUMD DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Pansus BUMD DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful Hidayat

Surabaya – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati menegaskan pengajuan tambahan penyertaan modal kepada PT Jamkrida Jawa Timur tak bisa dibahas secara normatif dan administratif semata. Ia menilai, momentum ini harus menjadi ruang koreksi serius terhadap arah dan praktik bisnis perusahaan penjaminan tersebut.

“Secara mandat publik, Jamkrida ini merupakan BUMD strategis yang berfungsi sebagai penjamin kredit UMKM. Hal ini relevan mengingat sekitar 77,6 persen UMKM di Jawa Timur masih belum bankable,” ujar Lilik di Surabaya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, dari sisi justifikasi sosial, keberadaan Jamkrida memang sangat dibutuhkan. Namun sebagai Perseroda yang menerima penyertaan modal daerah, kinerjanya wajib diuji secara menyeluruh.

“Jamkrida tidak hanya diuji dari sisi manfaat sosial, tetapi juga kesehatan keuangan, manajemen risiko, dan kontribusi fiskalnya terhadap PAD,” kata anggota Pansus BUMD DPRD Jatim itu.

Berdasarkan paparan kinerja 2020–2025 dalam rapat Pansus BUMD, Lilik mengakui terdapat pertumbuhan skala usaha. Hal itu terlihat dari peningkatan total aktiva, ekuitas, dan volume penjaminan.

Meski demikian, ia menyoroti bahwa modal daerah masih menjadi penopang utama, bukan hasil akumulasi laba organik perusahaan. Selain itu, laba bersih dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai relatif kecil dibandingkan skala aktiva dan risiko usaha yang ditanggung.

“Rasio keuangan menunjukkan perusahaan sehat dari sisi likuiditas dan solvabilitas, tetapi lemah dari sisi profitabilitas dan efisiensi modal. Artinya, Jamkrida tampak aman, tetapi belum produktif bagi fiskal daerah,” tegasnya.

Lilik juga mengkritisi arah portofolio penjaminan yang dinilai semakin dominan pada skema multiguna dan sektor yang relatif aman secara bisnis.

“Secara konseptual, Jamkrida dibentuk sebagai instrumen keberpihakan untuk menembus kebuntuan akses pembiayaan UMKM mikro dan kecil. Tapi yang terjadi, UMKM paling lemah justru masih tertinggal,” ujarnya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai paradoks sekaligus penyimpangan dari visi awal pembentukan BUMD.

“Jika Jamkrida terus bergerak dengan logika aman secara risiko tetapi menjauh dari mandat sosial, maka kita patut bertanya: untuk siapa sebenarnya BUMD ini bekerja?,” imbuhnya.

Fraksi PKS, lanjut Lilik, tidak akan menyetujui penambahan penyertaan modal tanpa perubahan mendasar pada arah kebijakan bisnis Jamkrida.

Menurutnya, setiap tambahan modal dari APBD harus disertai penajaman target penerima manfaat, khususnya UMKM mikro dan kecil, pembatasan yang jelas terhadap dominasi skema multiguna, serta indikator kinerja yang terukur dan dapat diaudit publik.

“Penyertaan modal bukan dana investasi bebas risiko, tetapi uang rakyat yang wajib menghasilkan dampak sosial-ekonomi nyata,” tandasnya.

Ia menegaskan, di tengah situasi krisis ekonomi, setiap tambahan modal harus benar-benar tepat sasaran.

“Kalau memang tidak siap menjalankan fungsi afirmatifnya, lebih baik disampaikan secara jujur kepada publik dan DPRD. Jangan terus menjual narasi keberpihakan UMKM yang tidak tercermin dalam praktik bisnis,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

WhatsApp