Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi dalam rangka rapat kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 di Gedung Grahadi Nasional, Surabaya Jumat (20/2/2026) pagi.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Kapolda Jatim Irjen. Nanang Avianto.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, kereta api hingga jalan tol berjalan aman, lancar dan selamat selama periode lebaran nantinya.
“Kita membangun sinergi semaksimal mungkin untuk memastikan penyelenggaraan angkutan lebaran baik darat, laut, udara, kereta api maupun tol. Semuanya berjalan aman dan lancar,” ujarnya, saat konferensi pers berlangsung didepan awak media.
Khofifah menambahkan sejumlah titik krusial menjadi perhatian termasuk jalur penyeberangan menuju Bali.
“Mobilitas masyarakat asal Jatim ke Bali diprediksi meningkat baik untuk mudik maupun wisata. Sehingga, pekeu diantisipasi sejak dini,” tambah Khofifah.
Sementara, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi mengapresiasi atas kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam menghadapi arus mudik lebaran 2026. Ia menyebut posko angkutan lebaran akan berlangsung mulai tanggal 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
“Kami melihat persiapan yang dilakukan Pemprov Jatim sudah sangatlah baik. Tinggal nanti kita pastikan pada tahap operasional berjalan optimal,” kata Menhub Dudy.
Lebih lanjut, Menhub Dudy juga akan mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik seperti pelabuhan penyeberangan, kawasan wisata, serta pusat aktivitas masyarakat.
“Penambahan armada kapal dan pengaturan jadwal operasional akan dilakukan untuk mengurai potensi penumpukan penumpang tersebut,” imbuh dia.
Terkait pembatasan angkutan barang, Menhub Dudy menyebut kebijakan akan diberlakukan pada tanggal 13-19 Maret 2026, dengan pengetatan utama mulai tanggal 23 Maret.
“Namun, pembatasan ini tidak berlaku untuk kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan barang penting lainnya sesuai aturan dalam SKB,” tukas Dudy.
Untuk mengantisipasio lonjakan mobilitas, kata dia, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA). Skema ini akan diberlakukan pada tanggal 16-17 Maret 2026 untuk periode awal dan tanggal 26-27 Mart saat arus balik.
“Kami berharap dengan kebijakan WFA, mobilitas bisa terdistribusi dan tidak menumpuk di tanggal – tanggal tertentu,” ungkapnya.
Secara nasional, Kemenhub memproyeksikan sekitar 143,7 juta orang melakukan perjalanan selama periode lebaran 2026. Meski angka ini turun sekitar 1,75 persen dari hasil survei sebelumnya, Pemerintah tetap mengantisipasi potensi kenaikan realisasi di lapangan
“Pada sektor jalan tol, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional dan terpadu bersama kepolisian dan pengelola jalan tol,” tukas Menhub Dudy.
“Yang paling penting bagi kami adalah keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan. Itu menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat











