Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mempercepat penanganan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah. Koordinasi intensif dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas PU, SDA, serta BPBD Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pihaknya menambah enam unit pompa air di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun, untuk mempercepat penyedotan air.
“Secara rinci, penambahan enam unit pompa terdiri dari dua pompa BBWS Bengawan Solo, tiga pompa PU SDA Provinsi Jatim, dan satu pompa BPBD Provinsi Jatim. Yang mulai terpasang ini mampu membantu mengeluarkan 2.500 liter per detik,” ujar Yuhronur, dilansir diskominfo.jatimprov.go.id, Jumat (20/2/2026).
Selain penambahan pompa, pintu air di Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, juga mulai dibuka. Air dialirkan ke sejumlah waduk kecil di sekitarnya guna mengurangi beban debit.
“Kami berharap tambahan pompa ini bisa mengeluarkan air lebih banyak lagi. Hari ini perbedaan tinggi muka air antara Kuro luar dan dalam masih sangat tinggi, hampir sekitar satu meter,” katanya.
Ia menambahkan, pengurangan beban di Waduk Gondang terus dilakukan agar tidak berdampak ke wilayah lain. “Kita arahkan aliran air ke waduk-waduk kecil. Semoga cuaca juga mendukung,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemkab Lamongan juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir, di antaranya di Desa Sidomulyo (Kecamatan Deket), Desa Soko, dan Desa Blawi (Kecamatan Karangbinangun).
“Bantuan kepada masyarakat terus kami atur prosesnya. Menghadapi Ramadan dan karena keterbatasan akses untuk belanja, bantuan sembako akan kami tambah,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat











