Surabaya – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengajak mahasiswa, pemuda, dan santri menjaga persatuan serta menjauhi narkoba. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2026 di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (28/10/2026).
Adhy hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan masa depan Jawa Timur tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada sikap dan tindakan generasi muda.
“Masa depan Jatim ada di tangan kalian. Kalau ingin Jatim maju, tunjukkan mulai sekarang melalui sikap, pilihan, dan tindakan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Adhy dalam keterangannya, kamis (29/10/2026).
Menurut Adhy, mahasiswa, pemuda, dan santri harus mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah. Mereka diharapkan menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi sumber persoalan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas, menolak perpecahan, serta menjauhi narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Jangan biarkan masa depan kalian rusak karena narkoba atau perpecahan. Gunakan energi dan kemampuan untuk berkarya, berprestasi, serta menjaga Jatim tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Adhy menambahkan, kontribusi generasi muda Jawa Timur juga penting untuk mendukung kemajuan Indonesia. Sejalan dengan semangat Gerbang Baru Nusantara, dia berharap Jatim mampu menjaga stabilitas sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan nasional.
“Jatim adalah salah satu penentu Indonesia. Tunjukkan bahwa santri, pemuda, dan mahasiswa merupakan tonggak bangsa, sebab Indonesia membutuhkan Jatim yang kuat, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan konsolidasi akbar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda.
Kegiatan yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur itu ditandai dengan deklarasi menolak perpecahan dan narkoba.
“Deklarasi ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa, pemuda, dan santri Jatim berkomitmen menjaga persatuan dan menjauhi narkoba. Kami mengapresiasi semangat mereka untuk bersama-sama menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” kata Dekananto.
Dia berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada deklarasi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui keterlibatan aktif dalam pembangunan.
“Generasi muda inilah yang akan mengisi Indonesia Emas 2045. Kami berharap mereka terus menjaga kebersamaan, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dalam pembangunan agar Jawa Timur semakin maju serta mampu mengambil peran strategis bagi pembangunan nasional,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat