Sidoarjo – Pembangunan Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Putra di Sidoarjo akan segera rampung. Hingga saat ini, progres pembangunan gedung tersebut telah mencapai 98,4 persen.
Kompleks ponpes ini juga dirancang dengan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang mengedepankan efisiensi energi dan penggunaan air.
Kasie Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Yogi Rifqi mengatakan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 31 Oktober 2026.
“Progres hingga hari ini sudah mencapai 98,4 persen dan target selesai akhir Oktober ini,” ujar Yogi saat ditemui di Sidoarjo, Rabu (28/10/2026).
Yogi menjelaskan, proyek pembangunan ponpes tersebut menelan anggaran Rp122 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Tahun Anggaran 2026. Pengerjaan proyek berlangsung selama 10 bulan.
“Kompleks ponpes berdiri di atas lahan seluas 4.156 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 8.460 meter persegi. Fasilitas tersebut terdiri dari tiga gedung utama,” jelasnya.
Sementara, Kepala Lapangan Proyek Pembangunan Ponpes Al Khoziny, Muhammad Zaki Ulil Albab merinci fungsi masing-masing gedung. Menurutnya, gedung pertama merupakan bangunan pendidikan setinggi lima lantai yang dilengkapi aula, ruang administrasi, ruang guru, perpustakaan, laboratorium komputer, serta ruang kelas untuk jenjang MI, MTs, dan Aliyah.
“Bangunan pertama difokuskan untuk sarana pendidikan setinggi lima lantai—mulai dari aula, ruang administrasi, ruang guru, perpustakaan, laboratorium komputer, hingga ruang kelas untuk jenjang MI, MTs, dan Aliyah,” kata Zaki.
Gedung kedua berupa masjid lima lantai yang terintegrasi dengan bangunan pendidikan. Sementara gedung ketiga merupakan hunian santri setinggi empat lantai.
Di gedung hunian tersebut, setiap lantai memiliki 10 kamar. Masing-masing kamar dirancang menampung 16 santri.
“Di belakang masjid ada bangunan hunian 4 lantai, di mana masing-masing lantai terdapat 10 kamar dengan kapasitas 16 santri per kamar,” ungkap Zaki.
Selain fasilitas pendidikan, ibadah, dan hunian, kompleks Ponpes Al Khoziny juga menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH). Menurut Zaki, konsep tersebut tidak sekadar memperbanyak tanaman, tetapi juga memenuhi standar teknis untuk meningkatkan efisiensi energi, air, dan penggunaan sumber daya lainnya.
“Desain gedung dirancang khusus agar sirkulasi udara dan pencahayaan alami optimal, sehingga mampu menghemat konsumsi listrik secara signifikan,” jelasnya.
Bangunan tersebut juga dilengkapi Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah limbah cair serta Ground Water Tank (GWT) berkapasitas 182 meter kubik untuk menampung air hujan.
Menurut Zaki, kedua fasilitas itu mendukung penghematan penggunaan air bersih melalui sistem pengolahan dan daur ulang air.
“Dengan adanya STP dan GWT ini, kita bisa menghemat konsumsi air bersih secara signifikan karena adanya sistem daur ulang (recycle) air,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat