Pesan Terbuka untuk Presiden Prabowo: Sulaisi Soroti Ketimpangan Pembangunan di Pulau Madura

- Pewarta

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DigitalJatim.com – Pulau Madura dikenal memiliki sumber daya alam melimpah. Namun, kesejahteraan masyarakatnya dinilai belum sebanding dengan kekayaan tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq dalam diskusi publik bertajuk Paradox Madura: Menggugat Prabowo, Menanti Keadilan. Kegiatan tersebut digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Taretan Legal Justitia di D’Queen Cafe & Resto, Pamekasan, Senin (16/2/2026) lalu.

Pengacara senior asal Sumenep itu menyebut Madura memiliki potensi besar dari sektor tembakau, garam, pertanian hingga maritim. Menurutnya, potensi tersebut seharusnya mampu mendongkrak kesejahteraan warga.

“Pulau Madura ini sangat kaya. Dari tembakau, pertanian, garam sampai potensi maritimnya melimpah. Tapi kenapa rakyatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan?,” ujar Sulaisi di hadapan peserta diskusi.

Dalam forum itu, Sulaisi menegaskan kritik yang disampaikan bukan ditujukan kepada generasi muda, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral para senior kepada pemerintah pusat.

“Kami ini senior kalian. Kami tidak menggugat adik-adik. Justru kami berharap anak-anak muda Madura mendukung langkah positif untuk menyuarakan keadilan,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).

Ia juga menyebut seluruh kabupaten di Madura, mulai dari Sumenep hingga Bangkalan, memiliki persoalan serupa terkait kesejahteraan dan pembangunan. Sulaisi pun menyampaikan pesan secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Wahai Presiden Prabowo, Pulau Madura merupakan pulau yang kaya dan melimpah. Tapi masih ada wilayah yang belum teraliri listrik, masih ada ibu hamil meninggal di perjalanan karena sulitnya akses layanan kesehatan,” katanya.

Sulaisi juga menyinggung buku Paradoks Indonesia yang ditulis Presiden Prabowo. Ia mempertanyakan apakah paradoks tersebut juga terjadi di Madura, yang kaya sumber daya namun belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

BACA JUGA  Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Ia meminta agar dana dari sektor bea cukai hasil tembakau dan pendapatan lain yang bersumber dari Madura dapat lebih besar dikembalikan untuk pembangunan daerah.

“Petani tembakau bekerja keras. Petani garam juga demikian. Kalau Madura menyumbang untuk negara, maka negara juga harus adil mengembalikan kepada rakyat Madura,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Sulaisi menegaskan pemuda Madura memiliki kapasitas dan daya saing.

“Pemuda Madura tidak bodoh. Kami punya kapasitas. Yang kami minta hanya keadilan dan keberpihakan agar kekayaan Madura benar-benar dirasakan oleh rakyatnya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau
Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim
Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya
Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini
Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas
Momen Gubernur Khofifah Temani Sheikh Afeefuddin Al Jailani Silaturahmi ke Ponpes Zainul Hasan Genggong
BRI Kanca Krian Salurkan 17 Unit Komputer untuk Dukung Pendidikan di MI Ar-Rosyad Prambon
Raker TBM Gunungkidul Susun Program 2026-2031, Dorong Literasi hingga Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:14 WIB

Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:10 WIB

Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:46 WIB

Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas

Berita Terbaru