Mengenal Asal Muasal Ning Lia Dijuluki Senator Cantik dan Humble

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 25 September 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Ada dua sapaan yang cukup lekat dengan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yakni “Senator Cantik” dan sosok yang humble. Dua sebutan tersebut muncul dari latar yang berbeda, tetapi sama-sama menggambarkan cara Lia berinteraksi dengan masyarakat.

Sebutan “cantik” awalnya dikenal sebagai identitas yang kemudian dimaknai melalui tagline CANTIK, yakni akronim dari Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Sementara itu, sebutan “humble” muncul dari kesan masyarakat terhadap gaya komunikasi dan cara Lia hadir di tengah warga.

Kiprah Ning Lia pun tidak hanya dikaitkan dengan persoalan penampilan. Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menggunakan istilah CANTIK sebagai pesan bahwa perempuan dapat hadir di ruang publik dengan kapasitas, gagasan, dan kreativitas.

Pengamat Politik Mubarok mengatakan makna tersebut menjadi bagian dari pesan yang dibawa Lia untuk mendorong perempuan agar tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga kemampuan dan kontribusinya di ruang publik.

“Jauh sebelum menjadi senator, identitas tersebut sebenarnya sudah muncul dalam perjalanan Ning Lia sebagai aktivis perempuan. Hingga akhirnya kini menjadi tagline dan sosok Ning Lia yang memang cantik dan dekat dengan masyarakat,” kata Mubarok dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menurut Mubarok, gagasan CANTIK juga telah diperkenalkan Lia ketika maju sebagai calon anggota DPD RI. Tagline tersebut menjadi bagian dari pesan mengenai pentingnya perempuan mengambil peran di ruang publik.

“Cantik bisa dimaknai sebagai Cerdas, Inovatif, dan Kreatif. Jadi bukan soal rupa, tetapi cara berpikir dan bersikap dalam melayani masyarakat,” ujar Lia.

Sapaan “cantik” juga kerap muncul secara spontan ketika Lia menghadiri kegiatan masyarakat. Salah satunya saat kegiatan bakti sosial di Kutisari, Surabaya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

“Ning Lia cantik banget,” teriak salah seorang warga ketika Lia memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Warga lainnya, Sri Lestari, mengatakan istilah CANTIK yang merupakan singkatan Cerdas, Inovatif, dan Kreatif memang menjadi tagline Lia. Namun, menurut dia, sapaan tersebut juga sesuai dengan kesan yang dirasakan ketika bertemu langsung.

“Cantik dan baik orangnya. Selalu ramah dan senyum di mana pun,” kata Sri.

Selain sebutan “cantik”, karakter lain yang disebut melekat pada Lia adalah humble. Kesan tersebut muncul dari pengalaman masyarakat yang berinteraksi langsung dengannya.

Salah satunya terlihat ketika Lia berbaur dengan masyarakat Wonocolo, Surabaya. Dalam sebuah kegiatan bersama warga, Lia bahkan terlihat berjalan tanpa alas kaki atau nyeker.

Tokoh masyarakat Wonocolo, H Muhaimin, menggambarkan Lia sebagai sosok yang sederhana dan tidak membuat jarak dengan masyarakat.

Pada September 2026, Lia juga mendatangi mahasiswa baru di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana informal dan dialogis, layaknya percakapan antara kakak dengan adik mahasiswa.

Sebelumnya, pada Maret 2026, Lia bersilaturahmi dengan PC Fatayat NU Kota Surabaya. Pertemuan itu membahas sejumlah isu, termasuk pemberdayaan perempuan, dalam suasana yang hangat dan dialogis.

Kesan serupa juga terlihat dalam aktivitas Lia sebelum maupun setelah menjadi anggota DPD RI. Ia disebut tetap mempertahankan kebiasaan turun langsung dan menyapa masyarakat setelah memperoleh mandat sebagai senator.

Dalam sejumlah kunjungan di Jawa Timur, Lia mendatangi berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk terkait pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan dan anak.

Aspirasi yang dihimpun tersebut kemudian dibawa ke ruang pembahasan di DPD RI.

Pola komunikasi tersebut membuat istilah “humble” semakin sering disematkan kepada Lia. Ada pula ungkapan Jawa “wani mudhun ngisor”, yang secara sederhana menggambarkan keberanian untuk turun dan mendekat kepada masyarakat.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

“Saya pernah lihat Ning Lia nyeker waktu jalan. Ramah dan suka menyapa dulu,” kata Wiwik Setyowati, salah satu warga Gresik.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp