Budi Arie Bahas Pemilu Dipercepat, Ferdinand: Mengapa Jokowi Diam?

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean. (Dok. Screenshoot melalui akun titkok pribadinya Ferdinand)

Politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean. (Dok. Screenshoot melalui akun titkok pribadinya Ferdinand)

DigitalJatim.com – Pernyataan Budi Arie Setiadi soal potensi pemilu dipercepat sebelum 2029 menuai sorotan. Salah satunya datang dari politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean.

Melalui unggahan di akun TikTok @ferdinanhutahaean, Ferdinand mempertanyakan sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya tidak merespons pernyataan Budi Arie terkait kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu tahun 2029.

“Mengapa Jokowi diam, membisu, dan tidak mencegah Budi Arie berbicara tentang potensi pemilu yang dipercepat sebelum 2029?,” kata Ferdinand dalam unggahannya, Selasa (25/8/2026).

Ferdinand juga mempertanyakan sikap Jokowi yang dinilai berbeda ketika muncul wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Jika Jokowi memang tidak menginginkan Presiden Prabowo Subianto jatuh ataupun pemilu dipercepat, seharusnya mantan presiden tersebut dapat mencegah munculnya pernyataan terkait potensi tersebut,” tegasnya. 

Ferdinand kemudian mengaitkan pernyataan Budi Arie dengan dinamika politik nasional. Ia menduga ada kelompok politik tertentu yang berada di balik berbagai kegaduhan dan gerakan yang dinilainya berupaya menjatuhkan Presiden Prabowo.

“Ini mengonfirmasi bagi saya, andaikan memang Jokowi tidak ingin Prabowo jatuh dan tidak ingin pemilu dipercepat sebelum 2029, seharusnya Jokowi punya kewenangan, punya kuasa dan mampu mencegah Budi Arie berbicara tentang potensi jatuhnya Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ferdinand bahkan menyebut kemungkinan adanya kepentingan politik untuk mendorong Gibran menggantikan Prabowo apabila terjadi perubahan politik sebelum 2029.

“Kenapa demikian? Karena bocah angonnya yang bernama Gibran akan naik menggantikan Prabowo. Inikah yang kalian harapkan?,” kata Ferdinand.

Ia juga mengaitkan dugaan tersebut dengan sejumlah aksi demonstrasi yang membawa isu perubahan politik menjelang 2028.

Namun, pernyataan Ferdinand tersebut merupakan pandangan dan tudingan politik yang disampaikannya melalui media sosial. Belum ada bukti yang ditampilkan dalam pernyataannya untuk membuktikan bahwa Jokowi maupun kelompok yang disebutnya terlibat dalam gerakan untuk menjatuhkan Prabowo.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Ferdinand mengajak masyarakat mempertimbangkan kembali pilihan politiknya. Ia menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya berdiri memilih mendukung Prabowo Subianto karena gagasan Prabowo benar-benar untuk Indonesia dan untuk rakyat,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp