Senator Lia Istifhama dan Gagasan Otonomi Berkeadilan, Lantang Bersuara hingga Rangkul Generasi Muda

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Senator DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Gagasan otonomi berkeadilan yang diusung Senator DPD RI, Lia Istifhama, tidak hanya berhenti pada konsep kebijakan. Lebih dari itu, ia menghadirkan pendekatan humanis dengan menjadikan generasi muda sebagai pilar utama keberlanjutan ekonomi daerah.

Dikenal lantang dalam menyuarakan isu strategis, Lia tetap mampu menjaga keseimbangan dengan pendekatan yang anggun dan merangkul, khususnya kepada generasi Z. Ia menyadari, masa depan demokrasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif anak muda.

Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui Badan Pengkajian, Lia aktif hadir dalam berbagai forum diskusi, baik tingkat nasional maupun daerah. Namun, yang membedakan, ia tidak membatasi ruang dialog hanya pada forum formal. Ia justru kerap turun langsung ke kampus, komunitas, hingga ruang-ruang kecil generasi muda.

“Pantang menolak undangan” menjadi prinsip yang melekat pada dirinya. Hampir setiap undangan dari mahasiswa, aktivis, hingga komunitas lokal direspons dengan kehadiran langsung. Baginya, menyerap aspirasi tidak harus menunggu forum besar, tetapi bisa dimulai dari ruang sederhana.

Pendekatan tersebut membuatnya dikenal sebagai politisi tanpa jarak. Ia tidak mempersoalkan jumlah audiens, melainkan kualitas dialog yang terbangun. Dari forum besar hingga diskusi tingkat program studi, Lia konsisten hadir dan membuka ruang komunikasi dua arah.

Tak heran, kiprahnya mendapat apresiasi luas, termasuk dari kalangan muda. Ia bahkan pernah dinobatkan sebagai Politisi idola Gen Z oleh Radar Surabaya, berkat intensitasnya menyapa mahasiswa dan aktivis pergerakan.

Meski kritis, Ning Lia menegaskan pentingnya menjaga etika dalam demokrasi. Ia kerap mengingatkan generasi muda bahwa kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.

“Kita boleh bersuara, tapi tidak ada ruang untuk provokasi. Karena generasi mendatang berhak hidup damai dan aman,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Menurutnya, generasi muda bukan sekadar penerus, melainkan agen utama dalam menjaga keberlanjutan bangsa. Oleh karena itu, konsep otonomi berkeadilan yang ia dorong juga harus memberi ruang luas bagi partisipasi anak muda dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, salah satu anak muda Fajar Yulianto kagum dengan sosok Lia Istifhama. Menurutnya, Ning Lia berhasil memadukan keberanian bersuara dan kemampuan merangkul. 

“Ning Lia menghadirkan wajah politik yang tidak hanya tegas secara gagasan, tetapi juga hangat dalam pendekatan. Sebuah kombinasi yang dinilai relevan untuk menjawab tantangan demokrasi dan ekonomi berkelanjutan di masa depan,” katanya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp