Relokasi Pabrik China ke Madura, Harisandi DPRD Jatim Minta Warga Lokal Jadi Prioritas

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura, Raden Harisandi Savari. (Dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura, Raden Harisandi Savari. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Rencana relokasi sejumlah pabrik asal China ke Kawasan Industri Madura di Kabupaten Bangkalan mendapat respons positif dari Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura, Raden Harisandi Savari. Menurutnya, investasi tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Pulau Madura, asalkan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

Harisandi menilai Madura selama ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, peluang tersebut belum didukung masuknya investasi berskala besar serta masih terbatasnya lapangan pekerjaan. Karena itu, kehadiran kawasan industri dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Ini adalah kabar baik bagi Madura. Namun yang paling penting bukan hanya berdirinya pabrik, melainkan sejauh mana investasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai masyarakat Madura hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Harisandi, dikutip dari laman resmi Fraksi PKS Jatim, Jumat (7/8/2026).

Legislator PKS itu menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten harus memastikan perusahaan yang berinvestasi memprioritaskan tenaga kerja lokal. Menurutnya, komitmen tersebut perlu dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Saya mendorong adanya komitmen yang jelas agar mayoritas tenaga kerja berasal dari Madura. Pemerintah juga perlu menggandeng SMK, perguruan tinggi, dan balai latihan kerja untuk menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Selain penyiapan tenaga kerja, Harisandi mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung agar kawasan industri dapat berkembang secara optimal. Infrastruktur yang dimaksud meliputi akses jalan, pelabuhan, pasokan listrik, ketersediaan air bersih, hingga konektivitas logistik.

Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, investasi akan sulit berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian daerah.

Harisandi juga meminta agar setiap investasi yang masuk tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Di sisi lain, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal harus diberi kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok industri.

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

“Kita ingin industrialisasi yang inklusif. UMKM Madura harus ikut tumbuh sebagai mitra industri, bukan tersisih. Dengan begitu, efek berganda terhadap perekonomian daerah akan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Madura, Harisandi memastikan DPRD Jawa Timur akan mengawal realisasi investasi tersebut agar berjalan transparan, memberikan kepastian hukum bagi investor, sekaligus memastikan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia berharap relokasi industri ke Madura tidak sekadar menjadi simbol masuknya investasi baru, tetapi menjadi titik awal transformasi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga, mengurangi angka pengangguran, serta memperkuat daya saing Pulau Madura sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp