Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru mengenai preferensi politik generasi muda Jawa Timur terhadap sejumlah tokoh yang berpotensi maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029.

Survei dilaksanakan pada 25 Juni–5 Juli 2026 terhadap 1.200 responden berusia 17–40 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling, dengan margin of error ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei menunjukkan Emil Elestianto Dardak menjadi pilihan utama responden dengan tingkat elektabilitas 32,1 persen, disusul Lia Istifhama sebesar 17,5 persen, kemudian Eri Cahyadi 10,3 persen, Ahmad Fauzi 7,7 persen, Muhammad Fawait 5,8 persen, Muhammad Nur Arifin 5,2 persen, Yuhronur Efendi 4,1 persen, Aditya Halindra Faridzky 3,9 persen, dan Hanindhito Himawan Pratama 2,1 persen. Sebanyak 7,1 persen memilih nama lain, sementara 4,2 persen belum menentukan pilihan.

Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan survei ini tidak dimaksudkan menggambarkan keseluruhan pemilih Jawa Timur, melainkan secara khusus memotret preferensi generasi muda usia 17–40 tahun, kelompok pemilih yang diproyeksikan menjadi penentu arah kontestasi politik Jawa Timur pada masa mendatang.

Menurutnya, terdapat beberapa temuan penting. Pertama, Emil Dardak masih menjadi figur paling kuat di kalangan pemilih muda. Elektabilitas 32,1 persen menunjukkan Emil berhasil menggabungkan tingkat pengenalan publik yang tinggi dengan tingkat penerimaan yang baik di kelompok usia produktif.

Namun demikian, angka tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga responden masih berada di luar basis dukungannya. Dengan kata lain, persaingan menuju Pilgub Jawa Timur masih sangat terbuka.

Kedua, munculnya Lia Istifhama sebagai peraih suara kedua merupakan salah satu temuan paling menarik dalam survei ini. Sebagai figur yang bukan kepala daerah aktif, capaian 17,5 persen menunjukkan mulai terbentuknya basis dukungan dan pengenalan yang cukup signifikan di kalangan generasi muda.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi publik, aktivitas organisasi, maupun kedekatan dengan kelompok muda mulai berkontribusi terhadap peningkatan elektabilitas.

Ketiga, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memperoleh 10,3 persen. Angka tersebut menunjukkan popularitas sebagai kepala daerah di kota terbesar Jawa Timur belum otomatis terkonversi menjadi dukungan di tingkat provinsi.

Hal ini mengindikasikan bahwa perluasan pengaruh politik ke luar wilayah asal masih menjadi pekerjaan rumah bagi sejumlah kepala daerah yang berpotensi maju pada Pilgub mendatang.

Keempat, kelompok kandidat papan tengah masih berada dalam kompetisi yang sangat cair. Selisih elektabilitas antara Ahmad Fauzi, Muhammad Fawait, Muhammad Nur Arifin, Yuhronur Efendi, dan Aditya Halindra relatif tipis sehingga masih sangat mungkin berubah seiring meningkatnya intensitas sosialisasi maupun dinamika politik menjelang Pilgub.

ARCI mengingatkan bahwa beberapa perbedaan angka di kelompok menengah perlu dibaca secara hati-hati karena berada dalam rentang margin of error ±2,8 persen. Artinya, selisih elektabilitas yang kecil belum tentu menunjukkan adanya perbedaan kekuatan politik yang signifikan secara statistik.

Sebaliknya, keunggulan Emil Dardak atas kandidat lainnya relatif cukup lebar sehingga memperlihatkan adanya keunggulan yang lebih stabil pada saat survei dilakukan.

Selain itu, tingkat responden yang memilih nama lain dan belum menentukan pilihan mencapai 11,3 persen, menunjukkan ruang kompetisi masih terbuka dan preferensi pemilih muda masih sangat dinamis.

Lebih jauh Nanang mengatakan survei ini memberikan pesan bahwa generasi muda Jawa Timur mulai membentuk preferensi politiknya jauh sebelum tahapan Pilgub dimulai. 

“Mereka tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga melihat rekam jejak, kedekatan dengan publik, dan kemampuan figur dalam membangun komunikasi,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Ia menambahkan, Emil Dardak memang memimpin cukup jauh pada survei kali ini. Namun angka 32,1 persen belum dapat dianggap sebagai posisi yang aman karena mayoritas pemilih muda masih berada di luar basis dukungannya. Artinya, kontestasi menuju Pilgub Jawa Timur masih sangat terbuka.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Menurut Nanang, temuan lain yang patut mendapat perhatian adalah munculnya Lia Istifhama sebagai pesaing terdekat.

“Lia Istifhama menjadi salah satu kejutan dalam survei ini. Sebagai figur yang bukan kepala daerah aktif, elektabilitasnya mampu menempati posisi kedua. Ini menunjukkan bahwa peta politik Jawa Timur mulai mengalami regenerasi dan publik mulai memberi ruang kepada figur-figur alternatif,” jelasnya.

Menutup paparannya, Nanang menegaskan Pilgub Jawa Timur 2029 kemungkinan besar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan partai politik, tetapi juga oleh siapa yang paling mampu membangun kedekatan emosional dengan generasi muda. 

“Kelompok usia 17–40 tahun akan menjadi salah satu penentu utama arah politik Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Hari Jadi ke-81 Jatim, Puguh DPRD Jatim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
Bambang Ashraf: Hari Jadi ke-81 Jatim Harus Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai

Berita Terbaru

WhatsApp