Petik Laut Masalima Jadi Simbol Syukur Nelayan, Pesan Jaga Laut Menggema

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) kembali digelar oleh Persatuan Nelayan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. (Dok. Istimewa)

Tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) kembali digelar oleh Persatuan Nelayan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. (Dok. Istimewa)

Sumenep – Tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) kembali digelar oleh Persatuan Nelayan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jumat (24/7/2026). 

Kegiatan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas rezeki yang diperoleh sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian laut.

Ketua Panitia Pelaksana, Idris, mengatakan Petik Laut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antarsesama nelayan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian laut demi masa depan bersama, khususnya bagi generasi penerus.

“Acara Petik Laut ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Selain sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang didapatkan, acara tersebut juga dimaksudkan untuk menguatkan hubungan sesama masyarakat nelayan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut demi masa depan kita bersama, khususnya untuk para generasi penerus,” ujar Idris.

Idris berharap tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) yang telah berlangsung secara turun-temurun dapat terus dilestarikan. Dengan begitu, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat nelayan.

“Semoga tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) yang sudah berlangsung turun-temurun ini terus berlangsung di masa-masa yang akan datang agar tujuan mulia dari tradisi tersebut dapat terus bertahan dalam kehidupan masyarakat nelayan,” harapnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan pengajian, kemudian ditutup dengan pawai laut serta prosesi pelarungan mala-mala (bitek). Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses tanpa kendala.

BACA JUGA  Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR

Apresiasi terhadap tradisi tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII yang meliputi Kecamatan Masalembu, Raas, Gayam, dan Nonggunong, Ahmad Juhairi.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Petik Laut yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat nelayan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Masalembu.

“Sebagai wakil rakyat saya mendukung sepenuhnya acara Petik Laut yang diadakan setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat nelayan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Masalembu,” ujar Juhairi.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan tradisi tersebut patut dipertahankan karena mengandung nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Tradisi yang baik ini harus dipertahankan,” tambahnya.

Selain menjadi ungkapan syukur, Petik Laut juga dinilai memiliki makna yang lebih luas sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk praktik yang merusak ekosistem laut.

“Tradisi ini berakar pada kesadaran luhur bahwa manusia dan alam, khususnya laut, harus hidup secara harmonis, saling melengkapi, serta menjaga satu sama lain demi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas
Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan
DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir
Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa
Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha
Hadiri HUT PGLII ke-55, Wagub Emil Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sosial Era Digital
Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas

Senin, 27 Juli 2026 - 23:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:00 WIB

Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:25 WIB

Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:32 WIB

Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp