Sumenep – Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Selain dikenal sebagai daerah penghasil beras, desa ini juga berhasil mengembangkan usaha peternakan sapi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh mengatakan program penggemukan sapi yang dikelola BUMDes menjadi salah satu usaha unggulan desa. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan desa.
“Bayangkan saja, dalam waktu tiga tahun program penggemukan sapi yang awalnya hanya memiliki 15 ekor, kini berkembang menjadi 60 ekor. Ke depan tentu masih sangat berpotensi untuk terus dikembangkan,” ujar Rahman Saleh, dikutip dari laman resmi Pemkab Sumenep, Kamis (23/7/2026).
Saleh menjelaskan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari perencanaan yang matang, terutama dalam menentukan waktu pembelian dan penjualan sapi. Menurutnya, sapi bakalan dibeli sebelum Hari Raya Idulfitri, sedangkan penjualannya dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha ketika harga pasar meningkat.
“Hanya dalam waktu sekitar empat bulan masa penggemukan, keuntungan yang diperoleh hampir mencapai setengah dari modal awal. Misalnya, sapi dibeli seharga Rp13 juta, lalu empat bulan kemudian dapat dijual hingga Rp20 juta,” jelasnya.
Ia menilai banyak program bantuan ternak sebelumnya tidak berjalan optimal karena sapi langsung diserahkan kepada penerima tanpa sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Akibatnya, bantuan tersebut tidak lagi berkembang dalam beberapa bulan atau tahun.
Karena itu, BUMDes menerapkan pola kemitraan dengan melibatkan Rukun Tetangga (RT). RT bertugas menunjuk warga yang benar-benar memiliki kemampuan dan komitmen untuk menggemukkan sapi. Keuntungan usaha kemudian dibagi secara proporsional, yakni 60 persen untuk peternak, 20 persen untuk RT, dan 20 persen menjadi dana simpanan sebagai tambahan modal usaha berikutnya.
“Alhamdulillah, dengan komitmen semua pihak hasilnya bisa dirasakan bersama. BUMDes memperoleh keuntungan, RT mendapatkan tambahan pemasukan, dan masyarakat peternak juga memperoleh penghasilan yang baik,” katanya.
Saleh berharap model penggemukan sapi yang diterapkan di Desa Paberasan dapat menjadi contoh bagi pemerintah, dinas terkait, maupun pelaku usaha dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis kemitraan.
“Melalui pola bagi hasil yang jelas dan berkeadilan, usaha peternakan tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -
