BNN Sidoarjo Waspadai Modus Baru Narkoba Lewat Vape, Pelajar Jadi Sasaran Utama

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng (kanan) bersama Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) saat ditemui awak media di Kantor BNN Sidoarjo. (Dok. Syaiful)

Kepala BNN Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng (kanan) bersama Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) saat ditemui awak media di Kantor BNN Sidoarjo. (Dok. Syaiful)

Sidoarjo – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kantor BNN Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, hingga masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto mengatakan penyalahgunaan narkotika terus berkembang dengan berbagai modus baru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Para pelaku akan selalu mencari pasar baru dan menciptakan modus operandi baru. Karena itu, kita tidak boleh lengah dan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, ancaman narkotika juga menyasar kalangan pelajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNN Sidoarjo telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kami sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan sekolah-sekolah dan memberikan sosialisasi langsung saat MPLS agar peserta didik sejak dini memahami bahaya narkotika,” kata Kombes Pol. Gatot.

Kombes Pol. Gatot mengungkapkan, berdasarkan hasil survei prevalensi yang dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), angka penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, kondisi itu tidak boleh membuat masyarakat terlena.

“Angkanya memang masih relatif kecil dibandingkan nasional. Tetapi bukan berarti kita merasa aman. Ancaman narkotika selalu ada, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, wilayah perbatasan dan kawasan pesisir menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi lebih tinggi sebagai jalur peredaran narkotika.

“Secara geografis, Sidoarjo memiliki wilayah perairan dan juga Bandara Internasional Juanda. Beberapa kali ditemukan barang yang diduga narkotika melalui jalur tersebut dan langsung kami tindaklanjuti bersama aparat terkait,” jelas Kombes Pol. Gatot.

BACA JUGA  Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

Selain itu, BNN juga mewaspadai tren baru penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik (vape). Menurut Gatot, pihaknya bersama berbagai pemangku kepentingan tengah mendorong pembatasan penjualan vape, khususnya di sekitar lingkungan sekolah.

“Saat ini kami menggandeng seluruh stakeholder untuk melakukan pembatasan. Memang regulasinya belum melarang secara penuh, tetapi sudah ada surat edaran dari Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya sebagai langkah awal pengendalian,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, melainkan dari menurunnya jumlah pengguna, terutama di kalangan anak-anak dan pelajar.

“Kita boleh banyak melakukan penangkapan, tetapi kalau jumlah penggunanya masih tinggi, berarti pekerjaan kita belum selesai. Yang harus kita tekan adalah angka pengguna narkoba, terutama anak-anak kita,” imbuh Subandi.

Menurut Subandi, hasil survei prevalensi menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Selanjutnya, pemerintah bersama BNN, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa akan meningkatkan edukasi dan sosialisasi di wilayah tersebut.

“Dengan adanya survei ini kita bisa mengetahui daerah mana yang perlu menjadi prioritas. Selanjutnya kita turun bersama memberikan edukasi agar Sidoarjo benar-benar menjadi daerah yang memerangi narkoba,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas
Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan
DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir
Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa
Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha
Hadiri HUT PGLII ke-55, Wagub Emil Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sosial Era Digital
Basarnas Surabaya Simulasikan Evakuasi Korban Gempa di Bangunan Runtuh, Asah Kemampuan Tim Urban SAR
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas

Senin, 27 Juli 2026 - 23:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:00 WIB

Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:25 WIB

Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:32 WIB

Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp