Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) resmi membentuk GARDA KSATRIA Airlangga sebagai Tim Tanggap Darurat Bencana. Tim tersebut dilantik langsung oleh Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan pada Senin (20/7/2026).
GARDA KSATRIA Airlangga diketuai oleh Dr. Bambang Pujo Semedi, dr., Sp.An-TI., Subsp.TI(K) dengan sekretaris Dr. Sri Widati, S.Sos., M.Si. Tim ini berada di bawah koordinasi enam pimpinan Universitas Airlangga.
Keanggotaan GARDA KSATRIA Airlangga melibatkan dosen, pimpinan universitas, tenaga medis dari RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), serta perwakilan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR). Organisasi ini terbagi dalam Unit Mitigasi, Unit Tanggap Darurat yang mencakup subunit darat, laut, dan udara, serta Unit Rehabilitasi yang meliputi bidang ekonomi, sosial, kesehatan jiwa, dan lingkungan.
Ketua GARDA KSATRIA Airlangga, Bambang Pujo Semedi, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan respons terhadap tingginya potensi bencana di Indonesia.
“Bencana alam maupun nonalam merupakan tantangan global, termasuk di Indonesia. Posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik dan jalur Ring of Fire membuat negara ini memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap berbagai bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga periode pelaporan tahun 2026 telah terjadi sebanyak 1.225 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Bambang, dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, kesiapsiagaan dan sistem tanggap darurat perlu menjadi bagian dari tata kelola perguruan tinggi.
“Bencana tidak hanya dipengaruhi besarnya ancaman, tetapi juga kapasitas kesiapsiagaan masyarakat. Karena itu, edukasi dan literasi kebencanaan harus terus diperkuat,” katanya.
Sebagai perguruan tinggi, Unair berkomitmen meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui pembentukan GARDA KSATRIA Airlangga. Satgas multidisiplin ini diharapkan mampu mengonsolidasikan potensi akademik dan praktik di lapangan dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
GARDA KSATRIA Airlangga akan bertugas menyusun rencana kesiapsiagaan, melaksanakan sosialisasi, edukasi, simulasi, serta pelatihan kebencanaan secara berkala bagi sivitas akademika. Tim juga akan berkoordinasi dengan BPBD, rumah sakit, kepolisian, pemadam kebakaran, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terintegrasi.
Selain itu, tim akan menjalankan proses evakuasi, penyelamatan, pemberian pertolongan pertama, hingga pengamanan aset universitas saat terjadi keadaan darurat.
Pada tahap pascabencana, GARDA KSATRIA Airlangga akan melakukan pendataan korban, kerusakan, serta kebutuhan penanganan sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan. Seluruh kegiatan akan dievaluasi secara berkala guna memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di lingkungan Universitas Airlangga.
“Melalui pembentukan GARDA KSATRIA Airlangga, Unair berharap dapat membangun budaya sadar bencana, meningkatkan literasi kebencanaan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
