Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

- Publisher

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC Gekrafs Surabaya menggelar Talkshow

DPC Gekrafs Surabaya menggelar Talkshow "Kreativitas Bukan Kriminalitas" yang digelar di Sate Asing Garuda, Jalan Kedungsari, Surabaya. (dok. Istimewa)

Surabaya – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Surabaya memperkuat literasi hukum bagi pelaku ekonomi kreatif agar tidak terjerat persoalan hukum dalam menjalankan usahanya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Talkshow “Kreativitas Bukan Kriminalitas” yang digelar di Sate Asing Garuda, Jalan Kedungsari, Surabaya, Selasa (7/7/2026) malam. Dan, kegiatan ini menghadirkan Ketua DPC Gekrafs Karo, Amsal Sitepu, sebagai narasumber utama. Turut hadir Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur Rian Septrianto Maulana didampingi Ketua DPC Gekrafs Surabaya Malik Atmaja.

Ketua DPC Gekrafs Surabaya Malik Atmaja mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi pengalaman yang dialami Amsal Sitepu hingga harus berhadapan dengan proses hukum. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif.

“Dari pengalaman Mas Amsal, kami menjadi sadar bahwa persoalan hukum sangat penting dipahami. Selama ini banyak pelaku ekonomi kreatif yang fokus berkarya, tetapi kurang memahami aspek hukumnya,” ujarnya.

Malik menjelaskan, kolaborasi dengan pemerintah tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga kemampuan memenuhi ketentuan administrasi dan pertanggungjawaban sesuai regulasi yang berlaku.

Karena itu, Gekrafs Surabaya akan memperkuat pendampingan hukum melalui bidang khusus yang memberikan edukasi, mitigasi, hingga konsultasi hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Kalau ada pelaku ekonomi kreatif yang menghadapi persoalan hukum, kami siap memfasilitasi konsultasi. Bahkan sebelum muncul persoalan, kami ingin memberikan edukasi agar mereka memahami prosedur administrasi ketika bekerja sama dengan pemerintah,” katanya.

Malik juga mengingatkan agar para pelaku ekonomi kreatif tetap berani berkarya, namun di saat yang sama meningkatkan kesadaran hukum.

“Kreativitas tetap harus berjalan, tetapi kita juga wajib melek hukum. Apalagi ketika berkolaborasi dengan pemerintah, kita harus memahami mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak agar persoalan serupa tidak terulang,” tegasnya.

BACA JUGA  Mengisi Usia dengan Karya dan Kebermanfaatan

Sementara, Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur Rian Septrianto Maulana mengatakan, kasus yang pernah dialami Amsal Sitepu menjadi peringatan bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, karya yang seharusnya menjadi kebanggaan jangan sampai berubah menjadi perkara hukum akibat lemahnya pemahaman terhadap regulasi.

“Pelaku ekonomi kreatif harus melek hukum. Jangan sampai kasus seperti yang dialami Mas Amsal kembali terjadi kepada pelaku ekonomi kreatif lainnya,” kata Cak Rian.

Cak Rian menilai Gekrafs hadir sebagai wadah untuk memberikan pendampingan sekaligus memperjuangkan kepentingan pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Selain memahami aspek hukum, ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam administrasi, mulai dari penyusunan dokumen hingga penetapan anggaran agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan sektor strategis yang akan menjadi masa depan perekonomian Indonesia.

“Ke depan, ketika sumber daya alam semakin terbatas, ekonomi kreatif akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu pelaku ekonomi kreatif harus semakin profesional dan terlindungi,” jelasnya.

Senada, Ketua DPC Gekrafs Karo Amsal Sitepu mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk tidak takut menghasilkan karya meski pernah muncul sejumlah kasus hukum yang menjadi sorotan publik. Menurutnya, sikap takut justru akan menghambat pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

“Jangan pernah takut berkarya karena kreativitas bukan sebuah kejahatan. Yang perlu kita lakukan adalah memahami aturan sehingga tetap bisa berkarya dengan aman,” imbuhnya.

Amsal mengakui masih banyak pelaku ekonomi kreatif yang merasa khawatir ketika harus bekerja sama dengan pemerintah. Karena itu, ia mengajak mereka bergabung dalam komunitas agar memiliki ruang belajar, berdiskusi, dan saling mendukung ketika menghadapi persoalan.

BACA JUGA  Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu

“Kalau sendiri kita lemah, tetapi kalau bersama kita kuat. Di Gekrafs ada 21 subsektor ekonomi kreatif yang saling menguatkan. Harapan kami, para pelaku ekonomi kreatif bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan produk kekayaan intelektual Indonesia semakin berkembang di negeri sendiri,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman
Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan
Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida
Wapres Gibran Beri Apresiasi untuk Gubernur Khofifah, Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional dan Pimpin Produksi Padi
Wabup Mimik Ajak HIPMI Perkuat Kolaborasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Targetkan 54.897 Hektar Bongkar Ratoon 2026
Gubernur Khofifah Resmikan Al-Akbar FishTech, Panen Ratusan Melon IoT Jadi Contoh Ketahanan Pangan Masjid
Terima Penghargaan Politisi Peduli Ekonomi Kreatif, Lilik Hendarwati Fokus Perkuat UMKM

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:31 WIB

Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:29 WIB

Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:15 WIB

Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:23 WIB

Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida

Senin, 29 Juni 2026 - 20:43 WIB

Wapres Gibran Beri Apresiasi untuk Gubernur Khofifah, Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional dan Pimpin Produksi Padi

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB