Surabaya – Komitmen memperjuangkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur mengantarkan Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, meraih Maklumat Award 2026 kategori Tokoh Politik Peduli Kesehatan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Milad ke-3 Maklumat.id yang digelar pada Minggu (14/6/2026). Puguh dinilai konsisten mengawal berbagai isu kesehatan masyarakat, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan, pemerataan fasilitas kesehatan, hingga akses pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan.
Ia mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan media digital yang lahir dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jawa Timur tersebut.
“Alhamdulillah, pada 14 Juni 2026 saya mendapatkan penghargaan dari Maklumat.id bersama sejumlah tokoh Jawa Timur lainnya. Saya menerima penghargaan sebagai tokoh politik yang peduli terhadap kesehatan,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai sektor kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Terlebih, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia sehingga membutuhkan perhatian serius dalam pemenuhan layanan kesehatan.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari jaminan kesehatan yang memadai. Karena itu, akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah.
“Kalau kita berbicara tentang kemajuan sebuah bangsa maupun daerah, maka sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat krusial. Karena itu, jaminan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur harus menjadi prioritas,” tegas legislator asal Malang Raya tersebut.
Meski demikian, Puguh menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya terkait pemerataan akses layanan kesehatan di berbagai daerah, terutama wilayah pinggiran yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan maupun akses kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Masih banyak persoalan yang kita temukan, mulai dari akses BPJS Kesehatan hingga fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat,” katanya.
Puguh juga menyoroti tingginya angka kemiskinan di Jawa Timur yang berdampak pada kemampuan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak. Karena itu, intervensi pemerintah dinilai tetap dibutuhkan untuk memastikan kelompok prasejahtera mendapatkan perlindungan kesehatan.
Baginya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan motivasi untuk terus mengawal kebijakan publik agar berpihak kepada masyarakat.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Jawa Timur. Ke depan, perjuangan menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh warga harus terus kita lanjutkan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok












